Roma 6:24b
...supaya, sama
seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa,
demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Sebuah acara TV
yang suka saya tonton adalah tayangan yang berjudul Ambush Makeover. Ada dua
orang wanita yang dipilih untuk menikmati 3 jam pemanjaan diri yang dijalani
dengan mengubah gaya rambut, rias wajah, dan busana mereka. Sering kali
hasilnya adalah suatu perubahan besar. Ketika kedua wanita itu melangkah keluar
dari balik tirai, para penonton pun terpesona. Teman-teman dan keluarga mereka
terkadang mulai menangis. Setelah semua itu, wanita dengan penampilan baru
tersebut akhirnya diperbolehkan bercermin untuk melihat dirinya sendiri. Ada
diantara mereka yang begitu terkejut sampai terus-terusan menatap cermin,
seolah-olah ingin mencari bukti bahwa yang dilihatnya di cermin itu adalah
benar-benar dirinya sendiri.
Ketika para
wanita itu berjalan melintasi panggung untuk bergabung dengan orang-orang yang
menemani mereka, jati diri mereka yang lama pun terlihat. Banyak di antara
mereka yang tidak tahu bagaimana berjalan dengan sepatu baru mereka. Walaupun
mereka terlihat cantik, langkah-langkah mereka yang canggung memudarkan pesona
mereka. Perubahan mereka belumlah sempurna.
Hal ini juga
berlaku dalam kehidupan Kristen kita. Allah telah bekerja di dalam diri kita
untuk memberi kita awal yang baru. Namun, berjalan di jalan Tuhan (Ulangan
11:22) membutuhkan waktu, usaha dan banyak latihan. Jika kita hanya diam dan
terpaku, orang bisa saja mengira kita sudah berubah. Namun, dari cara kita
“berjalanlah” terlihat seberapa jauh kita telah menghidupi perubahan itu.
Diubahkan berarti membuang cara hidup kita yang lama dan belajar suatu cara
baru untuk menjalani hidup ( Roma 6:4).
PERUBAHAN DALAM
PERILAKU DIMULAI DENGAN PERUBAHAN
DALAM HATI
Disalin dari
Renungan Harian Santapan Rohani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar