Kamis, 13 Mei 2021

Orang-Orang Menjengkelkan

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. –Amsal 15:1

Ayat Bacaan: Amsal 15:1-7, 18

Lucy Worsley adalah seorang sejarawan dan pembawa acara TV di Inggris. Seperti kebanyakan tokoh masyarakat, adakalanya Lucy menerima surat bernada kasar—salah satunya mempersoalkan gangguan bicara ringan yang diderita Lucy, yang membuatnya sulit mengucapkan huruf “r”. Seseorang pernah mengirimkan pesan berikut, “Lucy, terus terang saja, tolong perbaiki cara bicaramu yang asal-asalan, atau hilangkan saja semua huruf “r” dalam teks yang perlu kaubaca—saking kesalnya, aku tidak tahan menonton siaranmu. Salam, Darren.”

Bagi sebagian orang, komentar yang tidak sopan seperti ini bisa memancing balasan yang sama pedasnya. Namun, Lucy membalasnya demikian: “Darren, saya rasa Anda memanfaatkan dunia maya yang anonim untuk leluasa mengucapkan hal-hal yang tidak mungkin Anda katakan secara langsung di hadapan saya. Silakan renungkan kembali perkataan Anda yang tidak sopan itu! Lucy.”

Jawaban Lucy yang tenang itu membuahkan hasil. Darren meminta maaf dan berjanji tidak akan mengirim pesan seperti itu lagi kepada siapa pun.

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,” kata Amsal, “tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah” (15:1). Seorang pemarah suka memicu pertengkaran, tetapi orang sabar memadamkan perselisihan (ay.18). Ketika kita dikritik oleh rekan sekerja, dikomentari sinis oleh kerabat, atau mendapat tanggapan pedas oleh orang asing, kita punya pilihan: mengeluarkan kata-kata penuh amarah yang bisa menyulut api pertikaian atau mengucapkan perkataan lemah lembut yang dapat memadamkannya.

Kiranya Allah menolong kita mengucapkan kata-kata yang meredakan kemarahan—bahkan mungkin menolong orang-orang menjengkelkan itu untuk berubah (Sheridan Voysey)

Renungkan dan Doakan
Pikirkan waktu Anda bersikap defensif terhadap seseorang. Mengapa Anda bereaksi demikian? Bagaimana Anda dapat memberikan respons yang berbeda dengan pertolongan Allah?

Allah Mahakasih, mampukanlah aku untuk menanggapi orang-orang yang suka bertengkar, dengan kesabaran dan perkataan yang lembut.

Sumber: Santapan Rohani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar