Kamis, 13 Januari 2022

IRI HATI

[[Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. ]] (1 Korintus 13:4)

“Dari antara daftar seven deadly sins, hanya iri hati yang tidak datang dengan diiringi rasa nikmat,” ujar Joseph Epstein dalam salah satu bukunya. Iri hati telah mengiringi sejarah hidup manusia; sejak kisah Kain dan Habel sampai zaman ini ketika kita melihat teman sekantor kita mengenakan setelan merek Chanel terbaru yang sangat kita impikan.

Dalam Bilangan 12, Harun dan Miryam bersikap iri hati kepada Musa, saudara mereka sendiri. Akibat merasa iri hati pada kedudukan Musa, Harun dan Miryam mencari gara-gara dengan mempermasalahkan status istri Musa yang berdarah Afrika. Padahal trio ini memegang peranan penting dalam membimbing bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Padahal sejak awal trio ini kompak bahu-membahu membebaskan Bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, tetapi semua itu seakan lenyap ketika rasa cemburu memasuki hati. 

Pernahkah Anda dihadapkan pada sikap iri hati orang lain? Mari kita contoh Musa yang mengajak Harun dan Miryam untuk menyelesaikannya di hadapan Tuhan. Musa pun dengan lapang hati memohonkan ampun untuk para saudaranya, meski hal itu tidak menghapuskan hukuman Tuhan atas Miryam. Sikap iri hati tidak akan pernah berujung pada kebaikan; ingatlah ini setiap kali rasa iri hati mulai merasuki hati Anda. Dan jika Anda menjadi “korban” rasa iri hati orang lain, ingatlah dua langkah yang dilakukan Musa: datang kepada Tuhan dan mengampuni mereka. (Olivia Elena Hakim)

Sumber: Amsal Hari Ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar