SESAMA
[[“Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!" ]] (Lukas 10:36-37)
Menurut Wikipedia, berdasarkan estimasi Biro Sensus Amerika Serikat, pada 26 Februari 2006 pukul 7.16 WIB penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa. Dari jumlah tersebut, 4 miliar di antaranya tinggal di Asia. Pada tahun 2005, penduduk Indonesia tercatat 241.973.879 jiwa—nomor empat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Dari deretan angka rumit tersebut, berapakah yang bisa kita sebut sebagai “sesamaku”? Kira-kira orang dengan kategori seperti apakah yang menurut kita layak disebut sebagai sesama kita?
Suatu kali seorang Ahli Taurat mengajukan pertanyaan ini kepada Yesus: “Siapakah sesamaku manusia?” (ayat 29). Lalu, Yesus menjawab dengan sebuah perumpamaan, kisah tentang orang Samaria yang baik hati. Pada zaman itu orang Samaria dianggap sebagai kaum kelas dua, kelompok hina dina. Tetapi, dalam perumpamaan itu, justru orang Samarialah yang menjadi pahlawan.
Di sini Tuhan Yesus seolah mau mengatakan bahwa seseorang disebut sesama bukan karena status yang disandang, bukan karena kesamaan agama dan paham yang dianut, juga bukan karena kecocokan warna kulit dan suku. Bukan itu. Sesama adalah orang yang dengan sukarela dan sukacita memberikan bantuan. Berbela rasa terhadap siapa pun. Dari latar belakang apa pun. Orang yang menawarkan kasih tanpa syarat. Tanpa keraguan. Tanpa prasangka. Tanpa harus sibuk mencari tahu latar belakang orang lain. Itulah makna sesama. Sudahkah kita menjadi sesama bagi orang lain?
(Ayub Yahya)
Sumber: Amsal Hari Ini
Bertumbuh bersama melalui firman Tuhan dan rasakan pengalaman berjalan bersama Tuhan setiap hari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar