Nasihat yang Bijak
Pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja. –Keluaran 18:18
Ayat Bacaan & Wawasan:
Keluaran 18:13-22
Saat belajar di seminari, saya juga bekerja purnawaktu. Selain itu, saya juga melayani sebagai rohaniwan dan menjadi pekerja magang di suatu gereja. Pokoknya, saya sibuk sekali. Ketika ayah saya datang mengunjungi saya, ia berkata, “Kalau begini terus, kamu bisa patah semangat di tengah jalan.” Saya tidak mengacuhkan peringatan beliau. Bagi saya, ayah saya orang kuno dan tidak mengerti tentang “mengejar target”.
Saya memang tidak sampai patah semangat. Namun, saya mengalami masa-masa yang sangat berat, yang membuat saya dilanda depresi. Sejak itu, saya belajar mendengarkan nasihat, terutama dari orang-orang yang saya kasihi.
Hal ini mengingatkan saya kepada kisah Musa. Musa juga bekerja keras dengan melayani sebagai hakim atas bangsa Israel (Kel. 18:13). Namun, ia memilih mendengarkan nasihat ayah mertuanya (ay. 17-18). Yitro tidak terlibat dalam kesibukan itu, tetapi ia mengasihi Musa dan keluarganya. Ia bisa membayangkan masalah yang akan datang. Mungkin itulah sebabnya Musa mendengarkan Yitro dan mengikuti nasihatnya. Musa menyusun sistem dengan menempatkan “orang-orang yang cakap” dari seluruh bangsa itu untuk menangani perkara kecil, sementara Musa menangani perkara yang besar (ay. 21-22). Karena mendengarkan nasihat Yitro, mengatur ulang pekerjaannya, dan mempercayakan beban tugas kepada orang lain, Musa bisa terhindar dari stres yang mengancam.
Banyak dari kita yang melakukan pekerjaan untuk melayani Allah, keluarga, dan orang lain dengan sangat serius dan sepenuh hati. Namun, kita tetap perlu mendengarkan nasihat orang-orang yang kita kasihi dan bergantung kepada hikmat dan kekuatan Allah dalam setiap hal yang kita kerjakan (Katara Patton).
Renungkan dan Doakan
Nasihat siapa yang dapat Anda percayai, untuk mengingatkan Anda agar melayani dengan bijaksana?
Langkah-langkah apa yang Anda tempuh agar terhindar dari stres yang berat? Kapan terakhir kalinya Anda menempuh langkah-langkah tersebut?
Allah yang Mahakuasa, terima kasih, Kau telah memberiku kesempatan untuk melayani-Mu dalam banyak bentuk. Dalam pelayananku kepada sesama, ajarlah aku untuk bekerja dengan bijak, agar aku memiliki energi untuk melakukan apa yang Engkau mau kulakukan.
Sumber: Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar