MIRIP SIAPAKAH KITA?
[[Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. ]] (1 Korintus 6:17)
Suatu hari ketika seorang ibu lewat di depan teman saya sembari menggandeng seorang anak kecil, teman saya ditanya oleh temannya, “Menurut kamu, anak itu apanya ibu itu?” “Pasti anaknya!” jawabnya spontan. Mengapa teman saya menjawab demikian? Sebab mereka berdua sangat mirip: cara berjalannya, cara bicaranya, cara tertawanya, bahkan raut wajahnya hampir serupa pula. Namun, ternyata teman saya itu salah, sebab ibu itu ternyata bukan ibu si anak tersebut, melainkan pengasuhnya.
Tampaknya orangtua anak tersebut sangat sibuk. Pagi-pagi benar sebelum anak itu bangun tidur, mereka sudah pergi bekerja dan pulang sampai jauh malam ketika sang anak sudah tertidur. Dengan demikian, sepanjang hari anak itu bersama pengasuhnya. Tanpa mereka sadari, lama kelamaan anak itu menjadi mirip sang pengasuh.
Kita semua cenderung mirip dengan orang-orang yang dekat dengan kita. Bukankah kita kerap melihat suami istri yang makin lama makin mirip satu dengan yang lain? Demikian juga jika kita dekat dengan Tuhan, kita akan makin serupa dengan Tuhan. Sebaliknya, jika kita dekat dengan Iblis, maka kita juga akan makin serupa dengan Iblis.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya kita diberi kebebasan untuk memilih kepada siapa kita akan mengikatkan diri, apakah pada kenikmatan dosa yang berarti mendekat kepada Iblis dan menjadi makin serupa dengannya, ataukah kita memilih hidup benar yang berarti mengikatkan diri kepada Tuhan dan menjadi makin serupa dengan Dia. Mana yang kita pilih? (Ruth Retno Nuswantari)
Sumber: Amsal Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar