Rabu, 22 November 2023

Mengasihi lewat Doa


Doakanlah orang yang jahat terhadapmu. –Lukas 6:28 (BIS)


Ayat Bacaan & Wawasan:

Lukas 6:27-31


Selama bertahun-tahun, John dikenal sebagai orang yang menjengkelkan di gerejanya. Ia mudah marah, suka menuntut, dan sering bersikap kasar. Ia selalu mengeluh tidak “dilayani” dengan baik dan bahwa para relawan serta staf gereja tidak becus dalam melakukan tugas mereka. Jujur saja, ia orang yang sulit untuk dikasihi.


Jadi, ketika mendengar bahwa John didiagnosis menderita kanker, tidak mudah bagi saya untuk mendoakan beliau. Ingatan tentang ucapannya yang kasar dan perilakunya yang tidak menyenangkan memenuhi pikiran saya. Namun, saat mengingat seruan Yesus untuk mengasihi sesama, saya merasa tergerak untuk memanjatkan doa sederhana untuk John setiap hari. Setelah beberapa hari berdoa, saya menyadari bahwa sifat-sifat John yang membuatnya kurang disukai itu mulai lenyap dari pikiran saya. Pasti ia sangat kesakitan dan mungkin juga merasa terpukul saat ini, pikir saya.


Saya menyadari bahwa doa berarti membuka diri kita, perasaan kita, dan hubungan kita dengan orang lain kepada Allah. Doa mengizinkan Allah masuk dan menolong kita memiliki sudut pandang-Nya. Saat kita menyerahkan kehendak dan perasaan kita kepada-Nya di dalam doa, Roh Kudus bekerja mengubah hati kita, perlahan tetapi pasti. Tidak heran perintah Yesus agar kita mengasihi musuh kita terkait erat dengan seruan untuk berdoa: “Doakanlah orang yang jahat terhadapmu” (Luk. 6:28 BIS).


Harus diakui, saya masih bergumul untuk memikirkan hal-hal baik tentang John. Namun, oleh pertolongan Roh Kudus, saya belajar untuk memandang dirinya dengan sudut pandang dan hati Allah—bahwa ia adalah orang yang layak diampuni dan dikasihi.

Oleh:  Leslie Koh


Renungkan dan Doakan

Mengapa penting mendoakan orang yang sulit dikasihi dalam hidup Anda? Apa yang dapat Anda doakan untuk mereka?


Allah Mahakasih, Engkau mengerti bagaimana perasaanku terhadap orang-orang yang menyakiti atau menjengkelkanku. Berilah aku hati seperti hati-Mu yang penuh rahmat dan belas kasih, supaya aku rela berdoa bagi mereka, yang juga Engkau kasihi.


Sumber: Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Posting Komentar