Kamis, 11 Januari 2024

HIPOKRIT

[[Engkau yang mengajar: “Jangan mencuri,” mengapa engkau sendiri mencuri? ]] (Roma 2:21)

Pendeta Amon adalah seorang hamba Tuhan. Biasanya ia mendapat giliran khotbah dua bulan sekali, sesuai dengan jadwal yang sudah diatur secara bergiliran dengan hamba-hamba Tuhan lainnya. Setiap kali ia berkhotbah, ia selalu dapat menyentuh hati jemaatnya yang paling dalam karena ia menyampaikannya dengan penuh hikmat disertai ilustrasi yang menarik. Namun, bagi istri dan anak-anaknya, ia bagaikan monster yang menakutkan. Di rumah, ia adalah seorang pemarah dan ringan tangan, sangat berbeda dengan apa yang diucapkannya di atas mimbar.

Bacaan pada hari ini berkisah tentang orang-orang Yahudi yang sangat taat pada hukum Taurat namun hanya sebatas perkataan. Mereka menguasai teori, tetapi bukan pelaksanaannya. Mereka kerap menyatakan diri sebagai orang-orang bersunat yang lebih suci dan saleh daripada orang-orang yang tidak bersunat. Sayangnya, semua ini hanya di bibir. Mereka lebih menekankan hal-hal yang lahiriah saja, yang terlihat oleh mata (Roma 2:28), padahal yang terpenting adalah sunat pada hati yang murni (ayat 29).

Melalui ayat di atas, Paulus mengingatkan kita betapa kita juga kerap menampilkan pola pikir munafik seperti orang-orang Yahudi pada masa itu. Jangan mendukakan hati Tuhan dengan kemunafikan kita. Hiduplah dengan integritas, maka Anda memperkenalkan Tuhan kepada orang-orang lain karena mereka melihat Dia di dalam diri Anda. Dengan hidup munafik, Anda akan melahirkan orang-orang munafik lainnya karena mereka mencontoh Anda (Tjetjep Gunawan).

Sumber: Amsal Hari Ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar