Jumat, 20 September 2024

Perhatikan Titik Buta Anda


Bacaan Hari ini:

Matius 7: 3,5 “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata .”


Salah satu keterampilan hidup terpenting yang harus Anda pelajari adalah penyelesaian konflik. Jika tidak memilikinya, maka Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda dalam kesengsaraan, karena kita semua adalah manusia yang tak sempurna, dan kita mengalami konflik hampir setiap hari dalam hidup kita.


Jika Anda ingin menyelesaikan konflik, maka Anda harus mengambil langkah pertama. Anda harus meminta bantuan Tuhan karena dibutuhkan keberanian untuk mendekati seseorang yang berkonflik dengan Anda dan memberi tahu orang tersebut bahwa Anda ingin duduk bersama dan menyelesaikannya.


Kemudian, jangan memulainya dari kesalahan orang lain. Janganlah memulainya dari serangkaian tuduhan atau cara-cara orang tersebut menyakiti Anda. Mulailah dengan kesalahan Anda sendiri. 


Konflik itu mungkin 99,99 persen kesalahan mereka. Tetapi Anda selalu bisa menemukan kesalahan Anda untuk diakui! Mungkin itu adalah respons Anda yang buruk, meskipun itu cara Anda membela diri. Mungkin itu adalah kesilapan Anda. Mungkin itu adalah cara Anda menjauh dari mereka. 


Anda memiliki kelemahan dalam hidup Anda yang dilihat orang lain dengan jelas tetapi tidak pernah Anda lihat. Itu adalah titik buta Anda. Itulah kelemahan yang tidak Anda ketahui. Itulah sebabnya Anda perlu menyelesaikan konflik dengan rendah hati dan memulainya dari kesalahan Anda sendiri.


Yesus berkata, "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata” (Matius 7:3, 5).


Ia berkata bahwa Anda perlu mengakui peran Anda dalam konflik itu terlebih dahulu. Sebalok kayu apakah di mata Anda yang menghalangi Anda melihat permasalahan dengan jelas? Janganlah mulai dengan orang lain dan bagaimana mereka menyakiti Anda sebelum Anda mengakui peran Anda dalam konflik itu terlebih dahulu.


Apakah Anda menyebabkan konflik karena Anda tidak peka? Atau apakah Anda terlalu sensitif? Apakah selama ini Anda tidak menunjukkan belas kasih Anda kepada mereka yang terluka? Apakah Anda terlalu menuntut?


Renungkan hal ini: 

- Apa yang tengah menghalangi Anda untuk melihat dosa Anda sendiri dengan jelas?

- Menurut Anda, apa pengaruhnya terhadap orang lain ketika Anda memulai penyelesaian konflik dengan mengakui kesalahan Anda, alih-alih memulai dengan tuduhan?

- Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk maju dalam menyelesaikan konflik dalam hidup Anda?


Apa titik buta Anda? Setelah Anda menemukan dan mengakuinya, Anda akan siap untuk langkah berikutnya dalam penyelesaian konflik.


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar