Senin, 02 September 2024

Pilihlah untuk Memberkati, Bukan Bergosip


Bacaan Hari ini:

Amsal 17: 9 “Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangki perkara, menceraikan sahabat yang karib.”


Kita semua pasti pernah bertemu orang-orang yang membuat kita jengkel. Mungkin mereka suka menuntut, menentang, atau bahkan merendahkan. Mungkin mereka bersikap egois dan selalu berfokus pada diri mereka sendiri dalam setiap pembicaraan. Atau mungkin mereka suka berdebat atau mengeluh.


Si pembuat onar ini membuat Anda ingin bergosip tentang kegilaan mereka. Apa pun yang mereka lakukan, itu akan membuat kesal. Itu membuat Anda ingin menelepon sahabat Anda dan berkata, "Kau tidak akan percaya apa yang mereka lakukan!" Singkat kata, mereka adalah orang-orang yang membuat Anda ingin bergosip.


Apa itu gosip? Gosip adalah ketika Anda membicarakan seseorang di belakang mereka, alih-alih mengatakannya secara langsung kepada orang tersebut. Gosip adalah membagikan informasi dengan seseorang yang bukan bagian dari masalah atau solusi. Gosip pada intinya adalah suatu bentuk balas dendam. 


Untuk sejenak, gosip mungkin membuat Anda merasa lebih baik — tetapi sebenarnya itu membuat si pembuat onar menang. Gosip seakan mengizinkan orang tersebut mengendalikan obrolan dan emosi Anda. Dan tanpa disadari, Anda menghabiskan waktu Anda untuk membicarakan si pembuat onar ini, alih-alih membicarakan hal- hal positif dalam hidup Anda.


Selain itu, gosip juga sangat destruktif. Alkitab menjelaskan, “Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib” (Amsal 17:9). Gosip bisa menghancurkan gereja, keluarga, dan bisnis. Itu menceraiberaikan teman-teman dekat. Gosip bahkan dapat menghancurkan hidup Anda.


Oleh karena itu, Anda tidak boleh membiarkan itu terjadi. Anda punya pilihan untuk tidak bergosip —  sebaliknya, balaslah pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan kepada Anda dengan kasih. 


Alkitab berkata, “Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat” (1 Petrus 3: 9). 


Renungkan hal ini:  

- Kapan Anda paling mudah tergoda untuk bergosip? Bagaimana Anda dapat menghindari godaan tersebut di masa mendatang?

- Apa dampak negatif yang pernah Anda lihat dari bergosip?

- Kapan satu saat di mana Anda memilih untuk menjadi berkat, ketimbang bergosip? Apa dampaknya?


Anda bisa memilih untuk bergosip dan melewatkan berkat Tuhan. Atau, Anda bisa memilih untuk melakukan percakapan yang positif dan menggunakan kata-kata yang membangun orang lain. Jika Anda melaksanakannya, Anda akan menerima berkat Tuhan dalam hidup Anda.


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar