Kamis, 12 Desember 2024

Memberikan Bantuan


Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu. –1 Samuel 17:32


Ayat Bacaan & Wawasan :

1 Samuel 17:17-26, 32


Ketika mengantar pesanan makanan ke rumah Tim, Heather diminta Tim untuk membantu membuka ikatan kantongnya. Karena stroke yang dialaminya beberapa tahun lalu, Tim tidak lagi mampu melakukannya sendiri. Heather dengan senang hati menolongnya. Sepanjang hari itu, Heather terus memikirkan Tim, dan ia pun memutuskan untuk menyiapkan sebuah bingkisan tanda kepeduliannya kepada Tim. Di penghujung hari itu, Tim sangat terharu hingga meneteskan air mata saat menemukan hadiah dari Heather: secangkir cokelat panas, selimut merah tebal, dan sebuah pesan penyemangat di depan pintunya.


Kiriman Heather tadi memberi dampak yang jauh lebih besar daripada yang ia sangka. Hal yang sama terjadi saat Isai mengutus putranya yang bungsu, Daud, untuk membawa makanan kepada kakak-kakaknya, tepat di saat orang Israel “mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin” (1 Sam. 17:2). Saat Daud tiba dengan membawa roti dan keju, ia tahu Goliat telah menyebarkan rasa takut dalam diri umat Allah lewat cemoohannya dari hari ke hari (ay. 8-10, 16, 24). Daud yang marah karena Goliat mencemooh “barisan dari pada Allah yang hidup” (ay. 26) akhirnya terdorong untuk memberi tanggapan. Ia berkata kepada Raja Saul, “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu” (ay. 32).


Terkadang Allah memakai situasi-situasi dalam hidup kita sehari-hari untuk membawa kita ke tempat di mana Dia ingin memakai kita. Marilah membuka mata (dan hati!) kita untuk melihat di mana dan bagaimana Dia ingin kita melayani seseorang.


Oleh:  Kirsten Holmberg


Renungkan dan Doakan

Kapan Allah pernah memenuhi kebutuhan Anda lewat bantuan orang lain? Bagaimana Dia dapat memakai Anda untuk melayani seseorang hari ini?


Ya Bapa, bukalah mataku untuk melihat di mana Engkau dapat memakaiku hari ini.


Sumber: Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Posting Komentar