Jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu. –1 Samuel 12:23
Ayat Bacaan & Wawasan :
1 Samuel 12:19-25
“Aku tidak tahu bagaimana keadaanku saat ini seandainya ibuku tidak mendoakanku. Sangat mungkin aku sudah tiada,” cerita teman saya, Rahim. Ia seorang mantan pecandu yang pernah dipenjara karena mengedarkan narkoba. Suatu hari, sambil minum kopi, ia menceritakan bagaimana doa-doa ibunya telah mengubah hidupnya. “Bahkan ketika aku telah membuatnya sangat kecewa, beliau tetap mengasihiku dengan doa-doanya. Aku mengalami banyak masalah, tetapi jika ibuku tidak berdoa untukku, aku tahu keadaanku akan lebih buruk.”
Catatan Perjanjian Lama tentang Samuel menceritakan kisah lain tentang seseorang yang menunjukkan kesetiaannya kepada Allah dan sesama melalui doa. Pada hari Saul diangkat menjadi raja di Gilgal, Nabi Samuel merasa kecewa. Bangsa Israel telah menaruh iman dan pengharapan masa depan mereka kepada kerajaan manusiawi, bukan kepada Allah.
Saat bangsa itu berkumpul, Allah menunjukkan ketidaksenangan-Nya melalui sebuah badai yang terjadi di luar musimnya, sehingga mereka takut dan menyesali keputusan mereka (1 Sam. 12:16-18). Ketika mereka memohon kepada Samuel untuk berdoa kepada Allah bagi mereka, ia menjawab, “Jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada Tuhan dengan berhenti mendoakan kamu” (ay. 23).
Respons Samuel mengingatkan kita bahwa berdoa bagi orang lain adalah salah satu cara untuk mengutamakan Allah dalam hati dan hidup kita. Ketika kita mengasihi orang lain dengan berdoa bagi mereka, kita sedang membuka kesempatan untuk menyaksikan perkara-perkara yang hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri. Tentu kita tidak ingin melewatkannya.
Oleh: James Banks
Renungkan dan Doakan
Bagaimana doa yang konsisten menolong Anda untuk mengutamakan Allah? Bagaimana Anda dapat berdoa bagi orang lain hari ini?
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih, karena Engkau telah mendoakanku. Tolonglah aku untuk mengikuti teladan-Mu dan mengasihi orang lain dengan doa-doaku hari ini.
Sumber: Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar