Senin, 18 Agustus 2025

Kebaikan di Toko Sepatu

Di sebuah toko sepatu, seorang remaja menatap sepasang sepatu sekolah. Tangannya memegang label harga, lalu merogoh dompet tipis di sakunya. Ia menghitung uangnya pelan-pelan, berharap masih cukup.
Ternyata tidak.

Ia berdiri lama di tempat yang sama sampai seorang pria tua mendekat dan bertanya, "Kurang berapa? Biar saya bantu."
Remaja itu buru-buru menggeleng. "Nggak, Pak. Makasih…"
Tapi pria tua itu tetap menyodorkan beberapa lembar uang dengan senyum hangat. "Saya cuma meneruskan kebaikan orang lain."

Tahun-tahun berlalu. Remaja itu tumbuh, bekerja keras, dan kini menjadi seorang pebisnis sukses. Suatu sore, ia mampir ke sebuah toko sepatu untuk membeli sepatu baru. Di dekat rak, ia melihat seorang ibu dan anak berdiri diam, memandangi sepatu sekolah yang harganya tak murah. Sang ibu menghitung uangnya sambil berbisik pelan.

Ia terdiam beberapa detik. Lalu berjalan mendekat dan berkata, "Bu, saya bantu sedikit ya."
Anak itu menatap dengan mata berbinar. Sang ibu tertegun, matanya mulai berkaca-kaca.
Sambil menyerahkan uang di tangannya, ia merasa utang kebaikan itu akhirnya lunas. Dan hari itu, mungkin ia baru saja menanam yang baru.

Kebaikan tidak pernah mati. Ia mungkin tidak selalu kembali dari orang yang sama, tapi akan datang kembali di waktu yang tak kita duga. Seorang remaja yang dulu menerima bantuan, akhirnya bisa menolong orang lain di kemudian hari. Ia tidak membalas kepada orang yang sama, tapi ia meneruskan kebaikan itu kepada yang membutuhkan.

Inilah kasih yang Tuhan ajarkan, kasih yang memberi tanpa pamrih, menolong tanpa menunggu imbalan. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk menerima kasih-Nya, tetapi juga untuk menjadi saluran kasih itu bagi sesama. Bahkan kepada orang yang tidak kita kenal, atau mungkin tidak bisa membalas apa-apa.

Mari kita belajar untuk memberi seperti Yesus memberi: dengan tulus, tanpa menghitung untung rugi. Sebab setiap kebaikan yang kita tabur dalam kasih, tidak akan pernah sia-sia di hadapan Tuhan.

"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38)

Sumber: Renungan dan Ilustrasi Kristen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar