Senin, 27 Oktober 2025

Mempersembahkan yang Terbaik 

Bacaan: Lukas 21:1-4 

Persembahan merupakan ungkapan syukur kita kepada Tuhan karena Tuhan telah memberkati kita. Bila kita hitung berkat Tuhan dalam hidup kita, hasilnya tentu saja tidak terhingga. Walaupun demikian, tetap saja ada orang yang takut dan khawatir memberikan persembahan, bahkan sangat perhitungan dengan Tuhan.

Perikop kali ini mengingatkan kita akan pentingnya mengucap syukur dalam setiap keadaan. Kekayaan ataupun kelebihan materi bukanlah syarat di dalam kita memberi persembahan. Pada kesempatan ini, kita belajar dari seorang janda miskin. Dua kondisi marginal ada pada perempuan ini. Sudah janda, miskin pula. Namun, hal yang sangat luar biasa dilakukan oleh janda miskin ini.

Yesus, yang kala itu ada di Bait Allah, mengamati orang orang yang memberikan persembahan. Ada orang-orang kaya yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Lalu, datanglah seorang janda miskin yang memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Peser (Yun. Lepton) adalah mata uang terkecil bagi orang Yahudi. Namun, Yesus mengatakan bahwa janda miskin ini memberikan lebih banyak dari semua orang yang memberi, termasuk orang-orang kaya tadi.

Janda miskin ini tampaknya sangat yakin akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya sehingga ia berani memberikan seluruh nafkah yang dimilikinya. Walaupun tidak diceritakan bagaimana keseharian janda miskin ini, namun kita yakin bahwa janda miskin ini seorang pekerja yang tangguh. Meskipun miskin, ia berhikmat dalam mengelola keuangan sehingga tidak pernah kekurangan. Hal yang paling penting, ia mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

Bagaimana dengan kita, apakah masih ada kekhawatiran atau ketakutan dalam memberikan persembahan yang terbaik untuk Tuhan? Serahkanlah kekhawatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan! Marilah kita belajar dari janda miskin yang sangat yakin akan pemeliharaan Tuhan dalam hidupnya sehingga ia berani mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan. Mari kita ucapkan syukur atas berkat Tuhan yang tidak terhingga dalam hidup kita. [LRS]

Sumber: Santapan Harian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar