Sabtu, 29 November 2025

Perbuatan yang Berarti

Mefiboset tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang. –2 Samuel 9:13

Ayat Bacaan & Wawasan :
2 Samuel 9:1-7, 13

Ada sebuah adegan mengharukan di penghujung novel sejarah Brendan karya Frederick Buechner. Tokoh bernama Gildas berdiri untuk menunjukkan bagian bawah salah satu kakinya yang hilang. Saat berusaha meraih tongkat berjalannya, Gildas sempat kehilangan keseimbangan. Brendan pun segera melompat dan menangkapnya.

“Aku sama timpangnya dengan dunia yang gelap ini,” kata Gildas. “Kalau soal timpang, adakah di antara kita yang tidak demikian?” jawab Brendan. “Mengulurkan tangan saat ada dari kita yang jatuh. Mungkin akhirnya itulah satu-satunya perbuatan yang berarti.”

Dalam 2 Samuel 9, kita melihat kerinduan Raja Daud untuk menunjukkan kebaikan kepada siapa pun anggota keluarga Saul yang masih hidup (ay. 1). Hanya ada satu, Mefiboset, “anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya” (ay. 3). Mefiboset lalu diantar ke hadapan sang raja, dan di situ ia mendengar perkataan ini: “Aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku” (ay. 7). Itulah yang dinikmati Mefiboset sejak hari itu.

Kitab Suci penuh dengan kisah-kisah tak terlupakan tentang Daud dan beragam jagoan, pasukan, penguasa, dan kerajaan—seperti cerita dalam film-film. Namun, Alkitab juga mengingat perbuatan baik yang mengharukan ini, yang ditunjukkan kepada seseorang yang membutuhkan pertolongan, yaitu kisah seseorang yang mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain.

Setelah semua adegan yang besar dan gemerlap itu berlalu, bisa jadi kebaikan yang ditunjukkan Daud kepada Mefiboset adalah perbuatan yang paling berarti dari semuanya. Mengulurkan tangan untuk membantu sesama adalah perbuatan yang dapat Anda dan saya lakukan setiap hari.

Oleh: John Blase

Renungkan dan Doakan
Siapakah sosok Mefiboset dalam hidup Anda? Bagaimana Anda dapat mengulurkan tangan untuk membantunya?

Allah yang penuh belas kasihan, tunjukkanlah kepadaku seseorang yang dapat aku tolong.

Sumber: Renungan Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Posting Komentar