Kamis, 20 November 2025

Si Pemarah

Bacaan: 1 SAMUEL 17:12-39

Lalu Daud berkata kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya, "Apa yang akan dilakukan kepada orang yang membunuh orang Filistin itu dan menyingkirkan penghinaan dari Israel?" (1 Samuel 17:26)

Luka Doncic, pemain bola basket profesional yang bermain di NBA, sempat mendapat julukan "Si Pemarah" karena sifat temperamentalnya. Namun, dalam suatu kesempatan Doncic justru membuktikan bahwa dirinya dapat mengubah kemarahan dalam dirinya menjadi hal yang positif. Alih-alih membalas setiap ejekan atau perlakuan kasar terhadap dirinya, Doncic membalas dengan menunjukkan permainan terbaik di lapangan. Poin demi poin dicetak oleh Doncic, sekaligus mengantarkan timnya mengalahkan lawan-lawannya.

Fakta hidup menunjukkan bahwa amarah tak hanya memiliki satu jalan keluar berupa tindakan destruktif. Sebagian orang justru mampu melihat jalan keluar lain, lalu berhasil mengubah kemarahan menjadi penyemangat untuk melakukan tindakan positif, bahkan tindakan yang membawa pada kesuksesan. Perspektif inilah yang tampaknya dimiliki oleh Daud muda, yang hari itu diutus ayahnya untuk melihat kabar para saudaranya di medan perang. Demi mendengar cemoohan dari Goliat, amarah Daud pun menyala karena hinaan raksasa Filistin itu. Cerita selanjutnya kita tentu tahu bagaimana anak Isai itu menumbangkan Goliat hanya dengan sekali lesatan umban (1Sam 17:48-50).

Kita memang perlu berhati-hati saat amarah mulai menyala. Pilihan hanya ada dua, menguasai atau dikuasai amarah itu. Namun, orang yang berhikmat tak hanya akan mampu menguasai diri, tetapi dapat melihat penyaluran yang positif dari amarah itu, lalu melakukan tindakan yang dapat membawanya pada kemenangan besar, seperti yang pernah Daud alami dengan pertolongan Allah. --GHJ/www.renunganharian.net

KETIKA AMARAH MULAI MENGGODA, JANGAN SAMPAI DIKUASAI, 
TETAPI KUASAILAH AMARAH ITU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar