Jumat, 19 Desember 2025

Memohon Pertolongan Allah

Sampai di sini Tuhan menolong kita. –1 Samuel 7:12

Ayat Bacaan & Wawasan :
1 Samuel 7:7-12

Ketika saya masih muda, saya berpikir sungguh tidak pantas meminta Allah untuk menolong saya agar dapat menyelesaikan tulisan pada waktunya. Pikir saya, orang lain punya masalah yang lebih besar. Masalah keluarga, gangguan kesehatan, krisis keuangan, atau kehilangan pekerjaan. Saya juga pernah mengalami masalah-masalah tersebut. Namun, menyelesaikan tulisan dengan tepat waktu tampaknya terlalu sepele untuk dibawa kepada Allah. Namun, pandangan saya berubah setelah menemukan banyak contoh dalam Alkitab yang memperlihatkan bagaimana Allah menolong orang-orang tanpa memandang besar atau kecilnya kesulitan yang mereka hadapi.

Dalam satu kisah, orang Israel di Mizpa merasa takut akan diserang musuh mereka, bangsa Filistin. “Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada Tuhan, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu” (1 Sam. 7:8). Menanggapi hal itu, Samuel mempersembahkan seekor anak domba kepada Allah, sembari berseru kepada-Nya demi orang Israel, “maka Tuhan menjawab dia” (ay. 9).

“Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu Tuhan mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel” (ay. 10). Kemudian, “Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: ‘Sampai di sini Tuhan menolong kita’” (ay. 12). Samuel menempatkan batu itu sebagai peringatan bahwa Allah sudah menolong umat-Nya. Eben-Haezer berarti “Batu Pertolongan.”

Kita selalu boleh meminta pertolongan Allah. Berserulah kepada-Nya hari ini.

Oleh: Patricia Raybon

Renungkan dan Doakan
Pertolongan seperti apa yang Anda perlukan dari Allah? Mengapa penting bagi Anda untuk berseru kepada-Nya?

Allah yang penuh kasih, tolonglah aku hari ini. Aku membutuhkan-Mu!

Sumber: Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Posting Komentar