Gagal Mengenali Allah
Ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. –Yesaya 53:3
Ayat Bacaan & Wawasan :
Yesaya 53:1-6
Banyak orang menjauhi George Chase. George tinggal di sebuah pondok kecil berukuran 13 meter persegi di tengah hutan yang terletak pada pertemuan Sungai Pawcatuck dan Teluk Little Narragansett, New England. Penduduk setempat tahu bahwa George tidak memiliki bak mandi—fakta yang terbukti dari aroma tubuhnya.
Namun, segalanya berubah saat badai besar dari Samudra Atlantik menerjang pesisir itu pada tahun 1938, menghancurkan rumah-rumah indah di sepanjang pantai. Orang-orang yang selamat berusaha menjauhi teluk dan mencari tempat aman. Sebelas orang dari mereka, dalam keadaan basah dan menggigil, menemukan tempat yang mereka cari pada pondok milik George. Ia menyambut mereka dengan apa yang ia punya: air, susu, teh jahe, dan kehangatan. Setelah badai reda, pandangan masyarakat terhadap George berubah total.
Alangkah menyedihkannya apabila kita menilai orang hanya dari penampilan luar, sesuatu yang sayangnya sering kita lakukan. Kita bahkan memperlakukan Yesus seperti itu—membayangkan Dia tampan dan mengesankan seperti yang tampak dalam lukisan-lukisan lama. Namun, Nabi Yesaya berkata tentang Sang Mesias: “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia . . . ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan” (Yes. 53:2-3). Meski demikian, Dia telah memberikan kepada kita semua yang ada pada diri-Nya. “Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya” (ay. 4). Dia menyerahkan hidup-Nya supaya kita beroleh hidup.
Sungguh tragis apabila kita gagal mengenali sisi kemanusiaan orang lain hanya karena penampilan mereka. Lebih tragis lagi jika kita gagal mengenali keilahian dalam diri Yesus yang tidak kita perhitungkan!
Oleh: Tim Gustafson
Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda dapat melihat lebih dalam dari penampilan dan menyadari sisi kemanusiaan orang lain? Saat membayangkan Yesus, gambaran apa yang muncul dalam benak Anda?
Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk melihat setiap orang sebagai sesama yang Engkau ciptakan segambar dengan-Mu.
Sumber: Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar