Sabtu, 11 April 2026

Allah dari Kakak Perempuanku

Tuhan, Allah tuanku Abraham, sudilah kiranya Engkau membuat berhasil perjalanan yang kutempuh ini. –Kejadian 24:42

Ayat Bacaan
Kejadian 24:1-4, 10-12

Amina mengenal Yesus di sebuah negara yang melarang warganya memeluk agama Kristen. Ia pun membagikan imannya kepada adik laki-lakinya, tetapi sang adik menolaknya. Suatu hari, sang adik menderita penyakit paru-paru akut. Saat dirawat seorang diri di kamar rumah sakit yang gelap, ia sempat mengalami kesulitan bernapas. Ia belum berani mengakui Yesus sebagai Anak Allah, bahkan takut menyebut nama Kristus dengan lantang karena bisa saja terdengar oleh orang lain. Jadi, ia berdoa, “Allah dari kakak perempuanku, tolonglah aku sekarang!” Seketika juga ia dapat bernapas lega, dan ruangan itu dipenuhi terang yang tak dapat dijelaskan. Hari itu menjadi awal perjalanannya untuk percaya kepada Yesus.

Dalam Kitab Kejadian, hamba Abraham berdoa kepada “Tuhan, Allah tuanku Abraham” (24:12) dalam perjalanan mencari istri bagi anak tuannya. Ia tahu Allah telah berjanji kepada Abraham: “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar” (12:2). Allah menegaskan kembali janji-Nya (15:2-5), lalu “percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (ay. 6). Hamba itu dapat mempercayai “Allah tuanku Abraham” (24:27,42,48) karena ia telah menyaksikan iman Abraham yang nyata.

Melalui perkataan kita, orang lain dapat diajak untuk ikut percaya kepada Yesus. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita hidup di hadapan mereka. Iman yang tulus dan murni kepada Allah yang sejati dapat menjadi kesaksian yang dahsyat.

Kiranya Allah yang disembah Abraham dan juga Amina memakai hidup kita untuk membawa orang lain mengenal-Nya.

Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda merasakan campur tangan Allah dalam hidup Anda? Dalam hal apa hidup Anda menjadi kesaksian iman Anda kepada Allah?
 
Sumber: Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Posting Komentar