Jumat, 28 Oktober 2011

MENABUR DAN MENUAI

Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya (Galatia 6:7)

   Prinsip tentang menabur dan menuai dalam Galatia 6:7 ini sering digunakan untuk memperingatkan orang tentang akibat-akibat dari perbuatan buruk yang dilakukannya.
Namun prinsip ini pun dapat dipakai untuk menguatkan orang percaya dalam melayani Kristus.

   Jerih payah dan doa yang dipanjatkan 20 tahun yang lalu tidak akan berlalu begitu saja. Memang mungkin kita tidak dapat melihat langsung hasil karya dan pengorbanan kita sekarang ini, tetapi pada saat semuanya akan nyata dalam keindahan dan kemuliaan.

   “Kasih yang Anda berikan, pengampunan yang Anda tunjukkan, kesabaran dan ketekunan yang dikaruniakan dalam hidup Anda akan menghasilkan buah yang lebat. Orang yang Anda tuntun kepada Kristus mungkin menolak diperdamaikan dengan Allah. Hatinya mungkin terlihat sedemikian kerasnya sehingga doa dan usaha Anda terasa sia-sia belaka. Namun sesungguhnya semua itu tidak akan sia-sia, melainkan akan berhasil pada suatu saat, mungkin sesudah Anda sendiri melupakannya.

   “Biarlah Allah yang menentukan waktu-Nya! Mungkin segala sesuatu berjalan begitu lambat, tetapi yakinlah bahwa segala sesuatu itu pasti ada hasilnya. Ada masa menabur dan musim semi terlebih dulu sebelum tiba saatnya musim menuai dan musim gugur.

   Hal ini senada dengan yang diungkapkan Salomo, “Lemparkan rotimu ke air, maka engkau akan mendapatkannya kembali lama setelah itu” (Pengkhotbah 11:1)

   Tetaplah menabur! Pada waktu-Nya, dan sesuai dengan kehendak-Nya, Allah akan mengirimkan hasil panennya.


Disalin dari renungan warta jemaat GKKK Makassar
Sumber: RH Online


Tidak ada komentar:

Posting Komentar