Apa yang ditabur orang, itu
juga yang akan dituainya (Galatia 6:7)
Prinsip tentang menabur dan menuai dalam
Galatia 6:7 ini sering digunakan untuk memperingatkan orang tentang
akibat-akibat dari perbuatan buruk yang dilakukannya.
Namun prinsip ini
pun dapat dipakai untuk menguatkan orang percaya dalam melayani Kristus.
Jerih payah dan doa yang dipanjatkan 20
tahun yang lalu tidak akan berlalu begitu saja. Memang mungkin kita tidak dapat
melihat langsung hasil karya dan pengorbanan kita sekarang ini, tetapi pada
saat semuanya akan nyata dalam keindahan dan kemuliaan.
“Kasih yang Anda berikan, pengampunan yang
Anda tunjukkan, kesabaran dan ketekunan yang dikaruniakan dalam hidup Anda akan
menghasilkan buah yang lebat. Orang yang Anda tuntun kepada Kristus mungkin
menolak diperdamaikan dengan Allah. Hatinya mungkin terlihat sedemikian
kerasnya sehingga doa dan usaha Anda terasa sia-sia belaka. Namun sesungguhnya
semua itu tidak akan sia-sia, melainkan akan berhasil pada suatu saat, mungkin
sesudah Anda sendiri melupakannya.
“Biarlah Allah yang menentukan waktu-Nya! Mungkin
segala sesuatu berjalan begitu lambat, tetapi yakinlah bahwa segala sesuatu itu
pasti ada hasilnya. Ada masa menabur dan musim semi terlebih dulu sebelum tiba
saatnya musim menuai dan musim gugur.
Hal ini senada dengan yang diungkapkan
Salomo, “Lemparkan rotimu ke air, maka engkau akan mendapatkannya kembali lama
setelah itu” (Pengkhotbah 11:1)
Tetaplah menabur! Pada waktu-Nya, dan sesuai
dengan kehendak-Nya, Allah akan mengirimkan hasil panennya.
Disalin dari renungan warta jemaat GKKK Makassar
Sumber: RH Online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar