Selasa, 25 Oktober 2011

Silence Is Golden


"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" (Mazmur 46:11)

diamMengalami tekanan beban masalah bertubi-tubi akan terasa sangat menyiksa, apalagi jika masalah itu seolah betah tinggal pada kita untuk jangka waktu lama. Belum beres satu masalah, masalah lain datang, perginya pun tidak cepat. Kita bisa gelagapan, kalang kabut, stres atau menjadi sangat labil. Kita marah, kehilangan kontrol, mengamuk, meradang penuh emosi, rasanya ingin memberontak keluar dari keadaan yang sudah terlalu menyesakkan kita. Jangankan masalah, pekerjaan yang menumpuk tak habis-habisnya saja bisa membuat kita kehlangan kontrol diri seperti ini. Ada kalanya saya pun merasakannya disaat tugas-tugas mengalir deras bak air bah menerpa saya. Ada kalanya saya ingin berteriak, "I'm fed up, I need a break!"
Mendapatkan perlakuan tidak adil dari orang lain, orang-orang yang menyebalkan yang bagai tak punya hati terus mengusik kita, orang-orang yang kita anggap dekat ternyata mengecewakan kita atau malah menusuk dari belakang dan banyak lagi. Di saat seperti ini, ketika anda merasa sangat marah terhadap kondisi yang anda rasakan saat ini kita rawan mengambil tindakan yang salah yang pada suatu ketika bisa kita sesali. Emosi yang tidak terkontrol bisa lepas menerkam orang yang tidak bersalah. Kita pun beresiko mengalami berbagai serangan penyakit jika dibiarkan terus menerus. Setidaknya, sukacita akan hilang dari diri kita. Tidak baik bagi kita sendiri, tidak baik juga buat orang di sekitar kita, padahal mereka tidak salah apa-apa. Ada kalanya pula tekanan-tekanan itu membuat kita tidak lagi sanggup berkata apa-apa. Lidah terasa kelu, kita hanya bisa terdiam membisu karena tidak tahu lagi harus bagaimana. Daud pernah mengalaminya, "Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat." (Mazmur 39:3). Jika hal-hal seperti ini yang tengah menimpa anda hari ini, mungkin inilah saat yang paling tepat untuk mengambil sebuah tindakan penting. Dari pada terus berteriak, mengeluh, mengaduh, menangis atau malah melakukan tindakan-tindakan yang didasari emosi hinga merugikan diri sendiri dan orang lain, ada baiknya kita memilih untuk melakukan sebaliknya, yaitu memilih untuk diam dan mengingat Bapa, Sang Pencipta yang begitu mengasihi kita.

Sebuah pepatah mengatakan diam itu emas. Silence is golden. Dengan diam itu bisa mencegah kita melakukan kesalahan-kesalahan yang hanya akan menambah masalah. Ambil jeda, berhentilah sebentar, dan diamlah. Lalu ambil momen perenungan dan ajak pikiran dan hati anda kembali mengingat bahwa ada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu. Masalah mungkin belum selesai, peperangan atau pergumulan masih akan terus berlangsung, tapi ada saatnya kita harus mengambil langkah tersebut sebelum kita mengambil tindakan yang tidak rasional dan hanya dilandasi oleh emosi belaka, dan itu akan lebih baik daripada kita terus merintih, meraung dan menangis tanpa henti.

Dalam situasi sulit, kita mungkin menganggap bahwa semua janji Tuhan dalam Alkitab terasa sangat jauh dari jangkauan kita, atau sangat lambat datangnya. Tapi ingatlah bahwa meski saat ini kita mengalami kekecewaan dari harapan yang belum juga kunjung tercapai, ada saat dimana kita harus menunggu disertai harapan yang tetap menyala.Sementara menunggu, tetaplah pegang janji Tuhan, dan luangkan waktu lebih banyak bukan untuk terus berkeluh kesah dan meratap dalam doa-doa kita, tapi untuk diam dan mendengarkan suara Tuhan lebih lagi. Ambil masa-masa untuk diam sejenak, dan datanglah kepadaNya serta pandanglah wajahNya. Tuhan tidak pernah kekurangan cara untuk melepaskan anda.

Tuhan adalah sumber pertolongan sejati

Diedit dari Renungan Harian Online


Tidak ada komentar:

Posting Komentar