Sabtu, 29 Oktober 2011

TIDAK ADA TOLERANSI


Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN. (Imamat 19:16)


   Ketika Shayla McKnight melamar sebuah pekerjaan di sebuah perusahaan percetakan online, ia terkejut ketika mengetahui bahwa perusahaan ini memiliki kebijakan untuk tidak memberikan toleransi terhadap gosip. Para karyawan didorong untuk berbicara langsung kepada teman sekerja mereka jika ada masalah yang timbul daripada menggosipkan mereka. Jika ada karyawan yang ketahuan sedang bergosip, mereka akan diberi peringatan, dan jika mereka terus melakukannya, mereka akan dipecat.

   Lama sebelum kebijakan ini diterapkan oleh sebuah perusahaan, Allah telah menyatakan kebijakan-Nya untuk tidak memberikan toleransi terhadap gosip dan fitnah di antara umat-Nya (Imamat 19:16). Umat dilarang untuk menyebarkan omong kosong berupa gosip atau fakta tentang orang lain yang disebarkan dengan maksud jahat atau mengada-ada.

   Salomo berkata bahwa berkata-kata buruk tentang orang lain dapat memberikan akibat yang berbahaya. Hal ini mengkhianati kepercayaan (Amsal 11:13), menceraikan sahabat yang karib (Amsal 16:28; 17:9), mempermalukan dan membebani Anda dengan reputasi buruk (Amsal 25:9-10), dan secara terus menerus membakar bara api perbantahan (Amsal 26:20-22). Sulit sekali seseorang dapat membalikkan akibat yang merusak yang telah disebabkan oleh kata-katanya yang tidak benar terhadap orang lain.

   Marilah kita meminta Tuhan untuk menolong kita supaya kita tidak terlibat dalam percakapan yang merusak tentang orang lain. Dia ingin supaya kita menjaga lidah sehingga kita hanya akan mengatakan hal-hal yang baik yang kita ketahui mengenai setiap orang.


Disalin dari renungan Santapan Rohani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar