Upgrade Iman
Ezra 7:10 ”Sebab
Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar
ketetapan dan peraturan di antara orang Israel."
Jika anda orang yang sering atau bahkan rutin
mempergunakan komputer atau gadget-gadget elektronik lainnya, anda pasti
akan selalu berhadapan dengan pesan update atau upgrade. Apakah itu
program atau software, bahkan operating system, aplikasi, hardware
dan lain-lain selalu mengeluarkan update-update terbarunya yang dipercaya mampu
memberikan performance lebih baik dan tinggi dibanding sebelumnya.
Dalam perjalanan iman
kita, hal upgrade ini pun memegang peranan yang sangat penting pula. Dalam
banyak kesempatan Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup ini adalah sebuah
proses, termasuk pula didalamnya iman kita. Iman kita akan bertumbuh dalam
sebuah proses, dimana cepat tidaknya, sehat tidaknya atau baik tidaknya
pertumbuhannya akan sangat tergantung dari sejauh mana kita rajin melakukan update,
alias terus membaca, merenungkan dan kemudian melakukan atau mengaplikasikan
Firman Tuhan. Kita akan melewatkan begitu banyak hal apabila kita tidak
tertarik untuk menggali lebih dalam berbagai prinsip-prinsip Kerajaan Allah
yang sebenarnya sudah dibuka begitu lebar di dalam Alkitab. Kita akan luput
dari pengetahuan akan janji-janji Tuhan dan solusi atas semua permasalahan yang
juga telah dinyatakan lengkap di dalam Alkitab. Untuk itu kita perlu sering
melakukan update baik dalam hal pengetahuan umum, kepandaian, keahlian
dan terlebih iman kita, agar kita bisa bertumbuh lebih baik lagi dari hari ke
hari.
Semakin besar tekad
kita untuk terus menjadi lebih baik dari hari ke hari maka semakin baik pula
kita sebagai anak Allah. Ingatlah bahwa ini tidak berarti kita cukup membaca
saja, tetapi harus pula dilanjutkan dengan merenungkan, memperkatakan dan
melakukannya dalam hidup kita. Yakobus mengatakan demikian: "Tetapi
hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika
tidak demikian kamu menipu diri sendiri." (Yakobus 1:22).
Bagaimana jika tidak? Yakobus lalu memberikan sebuah contoh. "Sebab
jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah
seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan
cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa
bagaimana rupanya." (ay23-24).
Kita harus mau
membuka hati kita untuk terus belajar, jika perlu berubah untuk menuju ke arah
yang lebih baik. Ketika kita berpikir bahwa melakukan perubahan itu tidak
mudah, maka itu memang menjadi tidak mudah. Lupakan pikiran negatif tersebut,
itu tidak akan membawa kita kemanapun. Coba berpikir bahwa bukan kita yang
merubah diri kita sendiri, tapi Allah, tetapi itu akan tergantung dari mau atau
tidaknya kita membiarkannya terjadi. Katakan anda dan saya mau, maka
niscaya Tuhan sendiri yang akan menuntun kita pada perbaikan diri kita dari
hari ke hari.
Diedit dari Renungan
Harian Online
Tidak ada komentar:
Posting Komentar