Jumat, 12 Maret 2021

Membalas Kejahatan

Seorang pria jengkel. Sejak berdiri, pabriknya sering ditimpuki anak jalanan. Sudah puluhan kali alarm pencuri berbunyi.

Suatu hari dipergokinya 3 anak mencuri mangga di halaman. Mereka terpojok ketakutan. Pria itu naik darah, tetapi tiba-tiba teringat firman Tuhan: "Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan."

Ia lalu memberi tiap anak satu mangga sambil menasihati, "Lain kali minta saja, jangan mencuri."

Dua hari kemudian, 5 anak datang minta mangga! Pria itu sabar melayani. Rela diganggu.

Lama-lama, mereka datang tiap sore. Bukan lagi untuk minta mangga, melainkan untuk berteman. Mereka pun diajari baca tulis.

Sekarang pabriknya jadi aman. Anak-anak jalanan itu pun bisa belajar. Lebih lagi, mereka bisa belajar mengenal kasih Tuhan.

Saat orang berbuat jahat, biasanya kita ingin membalas. Mengapa? Sebab kita merasa terganggu. Terluka. Jika membalas, ada rasa puas.

Namun, pembalasan membuahkan pembalasan; melahirkan lingkaran dendam tak berkesudahan. Rasul Paulus memberi saran "radikal": berbuat baiklah pada musuhmu! "Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya." (Roma 12:17,20).

Tindakan kasih tanpa pamrih berkuasa menghancurkan hati lawan, mengubah dendam menjadi pengampunan. Kita bertanya, "Lantas bagaimana dengan kejahatan mereka? Tidakkah mereka harus menerima hukuman setimpal?" Soal pembalasan, lagi kata Paulus, serahkan saja pada Tuhan. Bagian kita adalah menunjukkan kebaikan. "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." (Roma 12:19).

Untuk bisa berbuat baik saat disakiti, kita harus bersabar menghadapi orang-orang yang sulit dan berhati bengkok. Untuk itu dibutuhkan penyangkalan diri. Ingat janji firman Tuhan. Memang tak mudah, namun hasilnya akan sangat indah. Cobalah!

Sumber: Renungan Kristen

#Bacaan hari ini Wahyu pasal 14#

1 komentar: