TETAP CINTA
[[Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. ]] (Ibrani 12:6)
Dalam pemikiran anak kecil, bila orangtua marah atau memukul, itu berarti orangtua tidak cinta. Itu juga yang ada di benak anak saya. Oleh karena itu, saya acapkali berkata kepadanya, “Kalau Mama memukul atau marah, itu karena Mama sayang kepadamu. Meskipun Mama marah, Mama tetap sayang.” Suatu kali ketika si sulung bertengkar dengan adiknya dan saya menegurnya, ia meniru perkataan saya, “Aku marah, tapi tetap sayang sama adik.” Akhirnya, ia mengerti bahwa marah atau memukul bukan tanda tidak sayang.
Sebagai orang dewasa, kadang-kadang kita berpikir seperti anak kecil: Kalau Tuhan menghajar atau menghukum, itu berarti Tuhan tidak sayang dan meninggalkan kita. Firman Tuhan mengingatkan bahwa justru karena kita adalah anak-anak-Nya, maka Dia mendisiplinkan kita jika kita melanggar aturan-Nya. Justru karena kita dikasihi, maka Dia menghajar kita ketika kita sengaja tidak menaati-Nya. Hajaran adalah tanda kasih, salah satu wujud kasih seorang bapa yang membimbing anaknya.
Jika saat ini ada kesulitan, kegagalan, atau bahkan penderitaan yang jelas Anda ketahui diakibatkan oleh dosa atau ketidaktaatan Anda pada firman-Nya, jangan keraskan hati dan membenci-Nya. Tuhan bersedih melihat segala pemberontakan dan kedegilan kita, tetapi Dia tetap memilih untuk menghajar daripada melihat kita menghancurkan diri sendiri. Sambutlah kasih-Nya, terimalah didikan-Nya, dan tinggalkanlah dosa itu. Tangan-Nya siap menyambut dan memulihkan hidup Anda. (Lin Natalie)
Sumber: Amsal Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar