AWALNYA KECIL
[[Sadarlah dan berjaga-jagalah! ]] (1 Petrus 5:8a)
Banyak hal besar berawal dari hal kecil. Kebakaran hutan tidak jarang berawal dari puntung menyala yang dibuang sembarangan. Tawuran yang melibatkan dua fakultas di sebuah perguruan tinggi tidak jarang berawal dari “tatap-tatapan” mata dua mahasiswanya. Pendaki gunung tahu persis, tantangan yang paling merepotkannya bukan jalanan terjal atau jurang curam, tapi kerikil kecil yang masuk ke kaos kaki sepatu.
Begitu juga dengan dosa. Jangan main-main dengan dosa sesepele apa pun. Sebab “yang kecil” itu justru bisa menjadi pintu masuk untuk “yang besar”. Narkoba tidak jarang awalnya adalah kebiasaan merokok, dan kebiasaan merokok awalnya dari coba-coba sebatang dua batang rokok. Perzinaan atau pemerkosaan tidak jarang berawal dari menonton film porno. Pembunuhan sadis tidak jarang berawal dari ejekan.
Hal ini juga terjadi pada Raja Salomo. Siapa yang tidak kenal Salomo, Raja Israel yang termasyhur kebijaksanaannya? Kerajaan Israel mencapai puncak keemasan ketika berada di bawah pemerintahannya. Betul, kerajaannya adalah warisan Daud, ayahnya, tapi tidak dapat dipungkiri kehebatan Salomo dalam menangani masalah kenegaraan. Tragisnya, kebesaran Salomo justru kandas karena ia tidak tahan menghadapi “godaan” istri-istrinya. Bacaan Alkitab kita mencatat akhir tragis perjalanan Salomo (1 Raja-raja 11:1-9).
Dalam segala keadaan, sikap selalu mawas diri itu perlu. Seperti dikatakan Petrus, “Sadarlah dan berjaga-jagalah!” (1 Petrus 5:8a). Jangan karena merasa sesuatu itu hanyalah masalah “kecil” lalu kita membiarkan diri dijerat olehnya.
(Ayub Yahya)
Sumber: Amsal Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar