MENERIMA YANG BAIK DAN BURUK
[[Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHAN-lah yang terlaksana. ]] (Amsal 19:21)
Saya memelihara seekor kelinci bernama BlackJack di rumah. Jack ini biasanya bersikap manis kalau baru saja diberi biskuit dan popcorn kesukaannya. Namun, kalau diberi makanan kering buatan lokal yang harganya murah, Jack biasanya akan mengamuk dan melancarkan aksi protes dengan cara mogok makan!
Mungkin kita sendiri pun kerap bertingkah seperti Jack ini. Ketika hidup begitu nyaman, kita memuji-muji Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Tetapi ketika kenyamanan hidup diusik, sikap kita langsung berbalik seratus delapan puluh derajat! Protes kepada Tuhan, mogok tidak mau ke gereja.
Kisah Ayub (Ayub 2:1-10) adalah salah satu contoh paling jelas tentang manusia yang mengalami hal-hal yang baik dan yang buruk dari Tuhan. Setelah segala kekayaan, keluarga, dan kesehatannya ditarik dari hidupnya, Ayub duduk di atas abu dan melukai diri sendiri dengan pecahan tembikar. Dalam budaya Yahudi, tindakan ini adalah simbol dari kedukaan yang mendalam.
Sebagai manusia biasa, tentu Ayub merasa pedih dan terpuruk ketika tragedi itu menimpanya. Namun, di tengah kedukaannya, Ayub masih menyatakan bahwa segala sesuatu datangnya dari Tuhan, yang baik ataupun yang buruk. Meskipun merasa marah dan bingung akan keadaan yang dihadapinya, Ayub tidak pernah meninggalkan Tuhan. Pandangan Ayub pun terbuka; ia mengerti bahwa Tuhan kerap bekerja dengan cara yang tidak dipahami oleh manusia. Bagaimana dengan kita? (Olivia Elena Hakim)
Sumber: Amsal Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar