Sang Penyembuh Agung
Hizkia menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa. –2 Raja-Raja 18:4
Ayat Bacaan & Wawasan:
Bil. 21:4-9; 2Raj. 18:4-7
Ketika seorang kerabat saya mulai menjalani suatu perawatan medis untuk menyembuhkan alergi makanan yang akut, saya begitu bersemangat sampai-sampai saya terus membicarakannya. Saya senang menjelaskan proses intensif yang dijalani sambil memuji-muji dokter yang menemukan program tersebut. Akhirnya, beberapa teman berkomentar, “Rasanya Tuhanlah yang seharusnya dipuji untuk kesembuhan itu.” Pernyataan mereka membuat saya tertegun. Apakah saya telah mengalihkan pandangan saya dari Sang Penyembuh Agung dan justru mendewa-dewakan kesembuhan itu sendiri?
Bangsa Israel juga jatuh ke dalam jerat yang sama ketika mereka mulai membakar dupa bagi ular tembaga yang pernah dipakai Allah untuk menyembuhkan mereka. Mereka sudah lama melakukan penyembahan ini sampai suatu waktu Raja Hizkia menyatakan hal tersebut sebagai penyembahan berhala dan “menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa” (2 Raj. 18:4).
Beberapa abad sebelumnya, sekawanan ular tedung menyerang perkemahan Israel. Ular-ular itu memagut mereka dan banyak yang mati (Bil. 21:6). Meskipun masalah itu diakibatkan oleh pemberontakan Israel terhadap Allah, mereka akhirnya berseru meminta pertolongan kepada-Nya. Allah menunjukkan belas kasihan-Nya dan memerintahkan Musa untuk memahat ular dari tembaga, menaruhnya pada sebuah tiang, dan mendirikannya agar terlihat oleh semua orang. Ketika orang yang terpagut ular melihatnya, ia akan sembuh (ay. 4-9).
Renungkanlah apa saja pemberian Allah bagi Anda. Adakah dari antara pemberian itu yang lantas menjadi obyek pemujaan, dan tidak lagi menjadi bukti belas kasihan dan anugerah-Nya? Kiranya kita mengingat bahwa hanya Allah kita yang kudus—sumber segala pemberian yang baik (Yak. 1:17)—yang layak menerima penyembahan kita (Jennifer Benson Schuldt).
Renungkan dan Doakan
Bagaimana cara Allah menunjukkan kebaikan-Nya kepada Anda melalui orang lain? Mengapa kita begitu mudah memuji orang lain, untuk sesuatu yang telah Allah lakukan dalam hidup kita?
Ya Allah, aku menyembah-Mu sebagai Pribadi Mahakuasa yang mendengar doa-doaku. Terima kasih karena Engkau senantiasa menopang hidupku dan mempedulikanku.
Sumber: Our Daily Bread Ministries
Tidak ada komentar:
Posting Komentar