KETIKA PERASAAN BERSALAH MENDERA
[[Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. ]] (1 Yohanes 1:9)
Suatu hari seorang ibu mendatangi saya, menceritakan masalah pribadi yang sangat menyiksanya selama ini. Beberapa dosa yang dilakukannya begitu menyiksanya dan selama belasan tahun ia tidak mengalami damai sejahtera. Ia sudah minta ampun berkali-kali, tetapi tetap saja merasa berdosa dan tidak layak. Sampai suatu ketika ia meminta kepada pendetanya untuk dibaptis ulang dengan cara diselam. Ia pikir baptisan itu mungkin bisa menyucikan segala dosanya dan membuatnya tenang. Tetapi, setelah dibaptis, ia masih tetap merasa seperti sebelumnya.
Pada akhir pembicaraan, saya memintanya membaca 1 Yohanes 1:9. Ia langsung membacanya dengan keras dan berulang-ulang. Meskipun kita sudah bertobat dan meminta ampun kepada Tuhan atas dosa kita, Iblis dapat saja membohongi kita melalui perasaan bahwa kita ini masih berdosa, sangat tidak layak di hadapan Tuhan. Dan dosa itu begitu besar sehingga tidak mungkin diampuni. Perasaan bersalah itu begitu besar sampai akhirnya mengganggu hidup, menghambat pertumbuhan rohani, dan membuat kita tidak berdaya menjalani kehidupan ini. Perasaan bisa menipu. Perasaan bisa berubah. Tetapi, janji Tuhan dalam firman-Nya tidak pernah berubah dan layak dipercaya. Ketika perasaan bersalah itu datang dan menuduh Anda, katakan kembali kepada perasaan Anda bahwa Anda sudah diampuni dan kudus di hadapan-Nya. Peganglah janji dan kebenaran firman-Nya, itu akan membebaskan dan memulihkan semangat hidup Anda.
(Lin Natalie)
Sumber: Amsal Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar