Rabu, 26 Januari 2022

TIRAM YANG TERLUKA

Bacaan: Kejadian 41:46-57

NATS: Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku (Kejadian 41:52)

Pada saat mengalami penderitaan yang berat, kita sering bertanya-tanya, "Apakah arti semua ini?" Namun, sebelum kita menjawab pertanyaan itu, marilah kita renungkan sejenak asal-usul sebuah mutiara.

Setiap butir mutiara terbentuk di dalam seekor tiram yang terluka dan kesakitan, misalnya akibat kemasukan pasir. Karena sakit inilah ia kemudian mengeluarkan suatu cairan dengan tujuan untuk mengatasi lukanya. Dan sebagai akibatnya, terbentuklah mutiara yang berharga; sesuatu yang indah yang tak mungkin terjadi tanpa mengalami penderitaan.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita mendapati Yusuf dalam posisi yang sangat berpengaruh dan segera akan dipakai Allah untuk menolong seluruh bangsa dan keluarganya dari bencana kelaparan. Namun bagaimana ia dapat menjadi orang yang berpengaruh seperti itu? Ia telah memulainya dengan kesengsaraan, "terjual sebagai budak" (Kejadian 39:1-23), tetapi pada akhirnya menghasilkan "mutiara kehidupan" yang berharga. Karena Yusuf bersandar pada kekuatan Allah dalam kehinaannya, ia pun menjadi lebih baik, bukannya pahit. Ia memberi nama Efraim kepada anaknya yang kedua, yang berarti, "menghasilkan berlipat ganda" dan berkata, "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku" (Kej 41:52).

Penulis Paul E. Billheimer menulis tentang Yusuf demikian:

"Jika manusia hanya mengasihani dirinya sendiri pada saat mengalami kesengsaraan, saat-saat bahagia yang akan mengikutinya pun akan hilang." Oleh karena itu, bila Anda mengalami penderitaan, ingatlah bahwa tanpa kesengsaraan takkan ada mutiara -- JEY

KESENGSARAAN SERING MERUPAKAN BERKAT YANG TERSEMBUNYI

Sumber: Renungan Harian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar