Kamis, 21 April 2022

MELIHAT HATI

Bacaan: 1 Samuel 16:1-13

NATS: Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7)

Seberapa sering kita merasa bersalah karena tidak melibatkan Allah dalam pengambilan keputusan? Ketika kita diperhadapkan pada suatu pilihan, keputusan yang benar yang harus kita pilih seringkali tampak jelas bagi kita dan bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Namun bila kita lupa memohon pertolongan Tuhan untuk memberi hikmat, kita dapat mengambil keputusan yang keliru.

Itulah yang dilakukan Samuel tatkala ia disuruh mengurapi raja Israel yang baru. Ketika ia melihat Eliab, anak sulung Isai, Samuel yakin bahwa itulah orang yang dipilih Allah. Benarkah demikian? Keliru! Ternyata, Allah memilih Daud, anak Isai yang masih sangat muda. Ia adalah seorang yang diperkenan Allah (Kisah 13:22), tetapi Samuel hanya melihat berdasarkan penampakan luar.

Mengikutsertakan Allah dalam pengambilan keputusan juga merupakan prinsip yang sangat penting bagi gereja-gereja. Ketika mencari pendeta baru atau seseorang yang akan terlibat dalam pelayanan gereja, kita seringkali memiliki kecenderungan untuk hanya melihat penampakan luar dari orang-orang itu. Kita hanya memandang dari sisi kecakapannya berkhotbah, keramahannya, dan kemampuannya dalam mencetuskan ide-ide baru -- dan memang kita perlu melihat hal-hal ini. Namun bila kita tidak memohon kepada Allah untuk melihat yang lebih dalam lagi, yakni hati, kita belumlah melihat dengan cukup dalam. Kita tidak akan dapat melihat hati, tetapi Tuhan dapat. Dia tahu apakah seseorang benar-benar mengikut Dia atau tidak.

Jika Anda harus mengambil keputusan hari ini, janganlah lupa mengikutsertakan Allah -- DCE

JIKA KITA TIDAK MAU BERAKHIR DENGAN KEGAGALAN MULAILAH BERSAMA DENGAN ALLAH

Sumber: Renungan Harian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar