SALAH KAPRAH
Bacaan: Mazmur 119:57-64
NATS: Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatanMu (Mazmur 119:59)
Jika banyak orang menganggap benar sesuatu yang salah apakah kemudian hal itu menjadi suatu kebenaran? Misalnya, jika semua orang menulis kata bahasa Inggris it's ketika orang sebenarnya harus menuliskannya dengan its, apakah hal itu kemudian patut diterima sebagai yang benar?
Penyalahgunaan ini terus-menerus berlangsung mulai dari tingkat eksekutif sampai artikel-artikel di suratkabar, bahkan iklan-iklan. Seharusnya orang memakai bentuk singkatan It's untuk It is. Misalnya pernyataan It is a nice day dapat ditulis dengan It's a nice day. Dan orang akan menggunakan bentuk its untuk menyatakan milik. Misalnya pernyataan The dog wagged its tail. Bentuk its di sini untuk menyatakan bahwa ekor (tail) itu miliknya anjing (the dog).
Demikian pula halnya dalam pengajaran Alkitab. Ada yang karena seringnya diberikan secara tidak benar, lalu kita menganggap hal itu tidak menjadi masalah. Misalnya, bagaimana jika orang terus-menerus menyatakan bahwa neraka itu tidak sungguh-sungguh ada dan bahwa manusia tanpa Yesus tidak benar-benar binasa? (Matius 5:22; Lukas 12:5). Haruskah kita mempertanyakan kebenaran Alkitab yang mengajarkan mengenai neraka? Atau tentang kebiasaan berbohong. Haruskah kita mengartikan kembali pengajaran Alkitab mengenai kejujuran? (Mazmur 51:7; Amsal 19:5).
Apakah kita hidup berdasarkan pada aturan kebanyakan orang, hidup menurut apa yang kita lihat, ataukah kita hidup menurut standar yang ditetapkan oleh Allah? Ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat menentukan jika kita ingin menyenangkan Dia -- JDB
PERCAYALAH PADA OTORITAS ALLAH BUKAN PADA KATA KEBANYAKAN ORANG
Sumber: Renungan Harian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar