SAHABAT DALAM KESEPIAN
Bacaan: Roma 8:31-39
NATS: Hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku (Galatia 2:20)
Kata-kata yang terpahat pada sebuah nisan, menyentuh hati pengarang Max Lucado. Tulisan pada batu nisan tersebut tidak mencantumkan hari kelahiran atau hari kematiaan. Ukiran tersebut hanya menyebutkan namanya, nama kedua mantan suaminya, dan biografi ringkas yang melankolis ini:
TIDUR, TETAPI TIDAK BERISTIRAHAT
MENCINTAI, TETAPI TIDAK DICINTAI
BERUSAHA MENYENANGKAN, TETAPI TIDAK DISENANGKAN
MATI KETIKA IA HIDUP -- SENDIRI
Untaian kata-kata tersebut dapat diterapkan pada kehidupan orang-orang yang tidak berbahagia, yang merasa kesepian, dan tidak dikasihi. Mereka mungkin telah berusaha bergaul dan menjalin persahabatan, tetapi upaya-upaya mereka yang terbaik seringkali menemui kegagalan.
Injil mempunyai satu pesan bagi setiap kita yang, seperti wanita tersebut, merasa bahwa kita termasuk dalam kelompok orang yang kesepian dan tidak dicintai yang menimbulkan frustrasi. Pesan itu adalah berita sukacita tentang seorang Sahabat yang sangat peduli sehingga rela mati untuk menggantikan kita di atas kayu salib. Seorang sahabat yang mengasihi kita dengan satu kasih yang tidak pernah dapat dijauhkan, yang lebih dekat daripada seorang saudara, dan yang sangat mengasihi kita.
Sahabat itu adalah Yesus Kristus. Jika dengan iman kita menggapai dan memegang erat tanganNya yang berlubang paku, yang terulur kepada kita, kita akan digenggam oleh kasih yang tidak akan pernah membiarkan kita.
Pernahkah Anda meminta Yesus untuk menjadi sahabat Anda? -- VCG
MESKIPUN PERSAHABATAN MANUSIA DAPAT GAGAL HAL ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI PADA PERSAHABATAN DENGAN KRISTUS
Sumber: Renungan Harian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar