Apakah Anda Bertingkah Laku Sama di Muka Umum dan Saat Sendiri?
Bacaan Hari ini:
Matius 5:8 “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Apakah Anda sedang berusaha membangun hidup Anda di atas nilai-nilai yang kekal selamanya? Jika ya, berarti Anda perlu belajar untuk hidup dengan integritas.
Alkitab berkata dalam Matius 5: 8, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
“Melihat Allah” berarti mengalami hadirat Allah. Orang percaya yang hatinya suci dapat merasakan kuasa Allah. Mereka mengalami pengampunan Allah. Mereka tahu tujuan Allah atas hidup mereka. Mereka menjalani hidup dalam damai sejahtera Allah.
Apakah Anda ingin menjadi salah satu dari orang-orang tersebut? Di hari-hari ini, kita jarang membicarakan tentang menjadi seseorang dengan hati yang suci, sebaliknya kita menggunakan suatu kata yang serupa—“integritas.”
Menjadi orang yang berintegritas bukan berarti Anda sempurna, sebab apabila demikian, maka tak ada seorang pun dari kita yang memilikinya! Lalu, apa yang dimaksud memiliki integritas?
Integritas ialah suatu kesatuan yang utuh.
Banyak orang menganggap hidup mereka bagaikan sebuah kue pai, dan bagian-bagian berbeda dari kehidupan mereka ialah potongan-potongan kue itu. Seseorang mendeskripsikan hidupnya seperti ini:
“Potongan kue ini adalah karier saya. Ini kehidupan pekerjaan saya. Ini kehidupan rohani saya. Ini kehidupan berkeluarga saya. Ini kehidupan sosial saya. Yang terakhir, ini adalah kehidupan rahasia saya—kehendak saya, adiksi saya, dan hal-hal yang tidak diketahui orang lain.”
Ketika Anda membagi-bagi hidup Anda seperti itu, Anda disebut kurang berintegritas sebab hidup Anda tidak lagi utuh. Integritas berarti Anda adalah orang yang sama di mana pun, dan dengan semua orang—sama di dalam ucapan, tindakan, dan memotivasi Anda—terlepas dari bagian kehidupan mana pun yang sedang Anda jalani.
Integritas adalah motivasi yang jujur dan murni.
Ketika Anda mempunyai integritas, Anda akan melakukan hal-hal yang benar, dan Anda melakukannya untuk alasan yang benar. Anda mempunyai rencana yang murni. Anda tulus dan lugas dalam setiap bidang kehidupan Anda dan kepada semua orang. Anda berdoa supaya dapat berbicara dengan Allah, bukan supaya dapat membuat orang lain terkesan.
Alkitab berkata, “Orang yang serong hatinya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang tak bercela, jalannya dikenan-Nya” (Amsal 11:20).
Kita, manusia, lebih tertarik pada citra, tetapi Allah lebih tertarik pada integritas. Kita tertarik dengan reputasi, tetapi Allah tertarik pada karakter. Reputasi berkaitan dengan pendapat semua orang tentang Anda; integritas menunjukkan siapa diri Anda sebenar-benarnya. Reputasi Anda berkaitan dengan citra diri Anda di depan umum; integritas berkaitan dengan siapa Anda saat Anda sendirian bersama Allah.
Apakah Anda lebih mementingkan citra diri dan reputasi Anda ketimbang karakter dan integritas Anda?
Renungkan hal ini:
- Akankah orang-orang di setiap bidang kehidupan Anda—rekan kerja, teman sekelas, tetangga, anggota keluarga, dan teman Anda—semuanya menggunakan kata-kata yang sama untuk mendeskripsikan Anda? Mengapa atau mengapa tidak?
- Pikirkan tentang seseorang dalam hidup Anda yang menjadi teladan integritas dengan baik. Apa satu kebiasaan khusus yang bisa Anda pelajari dari orang itu?
- Kapan Anda paling tergoda untuk menjaga dan melindungi reputasi Anda, alih-alih karakter Anda? Mengapa?
Buatlah komitmen untuk menjadi seseorang yang berintegritas hari ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar