Jumat, 20 Juni 2025

Lentera di Puncak Menara

Di sebuah kota tua yang dikelilingi kabut, berdiri sebuah menara tinggi dengan lentera besar di puncaknya. Lentera itu memiliki cahaya yang sangat kuat, mampu menembus kabut tebal dan membimbing para pelaut yang tersesat di tengah lautan.

Namun, lentera itu jarang dinyalakan. Pemilik menara selalu berkata, "Kabut akan hilang besok, aku akan menyalakan lentera esok hari. Hari ini masih cukup terang, bukan?"

Hari berganti hari, kabut semakin tebal, namun lentera tetap padam. Para pelaut di lautan gelap berjuang tanpa cahaya penuntun.

Suatu malam, kabut menjadi sangat tebal dan badai mengguncang kota. Seorang pelaut yang hampir putus asa akhirnya berhasil mencapai pantai, namun kapalnya hancur, dan banyak awaknya hilang. Pelaut itu menatap menara gelap dengan kecewa dan bertanya pada dirinya, "Mengapa lentera itu tidak dinyalakan?"

Pemilik menara berdiri terpaku di puncak, menatap lautan yang gelap gulita. Saat itu ia sadar bahwa ia terlalu lama menunda melakukan kebaikan. Ia baru tersadar ketika semuanya sudah terlambat.

Dengan tangan gemetar, ia menyalakan lentera itu. Cahaya terang menembus kabut, tetapi tak ada lagi kapal yang bisa diselamatkan malam itu. Lentera yang seharusnya membawa harapan, kini hanya menyinari kehampaan.

Menunda untuk berbuat baik bisa berdampak buruk, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi orang lain. Pemilik menara berpikir ia masih punya waktu untuk menyalakan lentera, namun kabut dan badai datang lebih cepat daripada yang ia perkirakan. Akibatnya, banyak pelaut kehilangan arah, bahkan nyawa.

Dalam hidup ini, kita sering menunda untuk membantu, mengasihi, mengampuni, atau menyatakan kebaikan, dengan alasan "nanti saja", "masih ada waktu", atau "hari ini belum mendesak". Kita tidak tahu kapan kesempatan untuk menyalakan "lentera" itu akan hilang. Jika kita terus menunda, bisa jadi kita kehilangan momen penting untuk menjadi saluran berkat Tuhan.

Tuhan memanggil kita untuk segera bertindak, bukan hanya menunggu waktu yang sempurna. Jadilah seperti lentera yang selalu siap menyala, memberikan terang di tengah gelapnya dunia ini.

"Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa." (Yakobus 4:17)

Sumber: Renungan dan Ilustrasi Kristen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar