Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. –Roma 12:6
Ayat Bacaan & Wawasan :
Nehemia 3:6-12
Ketika mendengar seorang pasien muda bunuh diri karena tak mampu membayar ongkos bus menuju rumah sakit untuk menjalani perawatan mentalnya, Dr. Chibanda merasa sangat terpukul. Ia pun mencari cara agar perawatan tersebut dapat lebih mudah diakses. Maka lahirlah program konseling unik yang disebut “Bangku Persahabatan,” dengan para terapis yang duduk di bangku-bangku tersembunyi di ruang publik, siap mendengarkan siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Lalu, siapa yang ia latih sebagai terapis? Para nenek! “Mereka sudah tertanam dalam komunitas mereka,” ujar Dr. Chibanda. “Jadi, mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk . . . membuat orang lain merasa dihormati dan dimengerti.”
Dalam Nehemia 3, kita membaca tentang suatu proyek yang juga melibatkan sekelompok orang yang tidak biasa. Ketika tembok Yerusalem hancur, umat Allah ingin membangunnya kembali “supaya [mereka] tidak lagi dicela” dan diperolok oleh bangsa-bangsa di sekitar mereka. Tidak hanya para tukang emas seperti Uziel (3:8), beragam orang dengan karunia yang berbeda-beda—seperti Salum seorang penguasa wilayah—ikut bekerja membangun tembok (ay. 12).
Sama seperti Dr. Chibanda dapat melihat para nenek yang membawa pengaruh dalam penanganan kesehatan mental di Zimbabwe melalui kehadiran dan kepedulian mereka, kiranya Allah memampukan kita untuk melihat kekuatan dalam setiap pribadi. Masing-masing dari kita memiliki pengalaman, sumber daya, dan karunia yang unik (Rm. 12:6). Ketika kita menyerahkan semua itu kepada-Nya, Dia dapat memakai kita untuk membangun umat-Nya dan melayani komunitas kita.
Oleh: Poh Fang Chia
Renungkan dan Doakan
Melihat ke dalam hati Anda, apa yang Allah ingin Anda lakukan bagi gereja atau komunitas Anda? Siapa yang dapat Anda libatkan untuk melayani bersama Anda?
Ya Bapa, bukalah mataku untuk melihat kekuatan dalam diri orang lain, agar aku dapat melayani bersama mereka dengan setia.
Sumber: Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar