Rabu, 28 Januari 2026

Mensyukuri Pemberian Allah

Yang kita punya hanya manna ini saja! Kita sudah muak memakannya! –Bilangan 11:6 (TSI)

Ayat Bacaan & Wawasan :
Bilangan 11:1-2, 4-11

Seorang pria tua menghabiskan waktu yang panjang di dalam toko, sambil memperhatikan satu demi satu tas ransel anak-anak. Ia berkata kepada saya, “Cucu saya berulang tahun hari ini. Saya harap ia menyukai hadiah ini.” Akhirnya ia mendatangi kasir dengan menggenggam sebuah ransel merah muda bergambar karakter kartun, wajahnya penuh harap dan semangat.

Beberapa saat kemudian, saya melihatnya lagi di sebuah restoran bersama seorang gadis kecil dan kedua orang tuanya. Ketika sang cucu membuka hadiah itu, ia berseru, “Aku nggak suka karakter ini! Aku juga nggak suka warna merah muda!” Meski kedua orang tua menyuruhnya meminta maaf, ia tetap mengeluh. Hati saya hancur membayangkan perasaan sang kakek.

Momen itu mengingatkan saya pada sikap saya sendiri dalam merespons pemberian Allah. Betapa sering saya mengeluh karena menginginkan sesuatu yang berbeda, dan gagal menyadari bahwa di hadapan saya sudah ada mukjizat, yakni pemberian kasih dari Allah sendiri untuk saya. Bangsa Israel pun pernah bersikap serupa. Allah sudah menepati janji-Nya: “Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu” (Kel. 16:4). Dia setia memelihara umat-Nya di padang gurun: “Apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ” (Bil. 11:9).

Namun, alih-alih bersyukur, bangsa itu mengeluhkan bentuk pemeliharaan Allah: “Sekarang, yang kita punya hanya manna ini saja!” (ay. 6 TSI). Bukannya dengan rendah hati memohon makanan lain, mereka meratapi pemberian-Nya.

Masih terekam di benak saya ekspresi terluka di wajah kakek tersebut di hari itu. Itu membuat saya berpikir tentang bagaimana perasaan Bapa surgawi saat kita mengeluh. Mari kita mensyukuri berkat yang telah Ia berikan kepada kita.

Ekspresi kesedihan sang kakek hari itu masih terbayang jelas di benak saya. Saya pun membayangkan bagaimana perasaan Bapa Surgawi saat kita mengeluh. Karena itu, marilah belajar bersyukur atas segala pemberian-Nya.

Oleh: Karen Huang

Renungkan dan Doakan
Pemberian Allah apa yang pernah Anda keluhkan? Bagaimana Anda dapat belajar untuk lebih bersyukur atas berkat-berkat itu?

Ya Bapa, ampunilah sikapku yang sering mengeluhkan berkat-Mu.

Sumber: Our Daily Bread

Tidak ada komentar:

Posting Komentar