Interupsi Ilahi
Seorang perempuan kaya . . . mengundang Elisa makan. –2 Raja-raja 4:8
Ayat Bacaan & Wawasan :
2 Raja-raja 4:8-10, 14-17
Sara memulai harinya pada dini hari dengan membuat daftar kegiatan yang harus ia selesaikan hari itu. Namun, rencananya terusik oleh permintaan dari sebuah keluarga muda yang membutuhkan bantuan. Mereka sedang menantikan kupon pembelian bahan bakar dari gereja, dan di tengah kesibukannya, Sara merasa Allah menggerakkannya untuk mengantar sendiri kupon itu. Ia pun menyanggupi untuk menghampiri keluarga itu di hotel tempat gereja menempatkan mereka selama beberapa minggu. Namun, ketika menemukan bahwa alamatnya lebih jauh daripada perkiraannya, ia sempat berkata kepada Allah dengan kesal, Begitu banyak bensin yang harus kukeluarkan demi menyampaikan kupon ini kepada mereka!
Namun, dalam hatinya Sara merasa mendengar ucapan yang lembut: Bukankah Aku sudah mencukupkan kebutuhanmu? Sara pun menjawab, Ya Allah, Engkau benar. Ampunilah sikapku. Sesampainya di hotel itu, ia menjumpai pasangan itu, menyerahkan kupon tersebut, bahkan sempat menggendong bayi mereka. Dalam perjalanan pulang, hati Sara dipenuhi rasa syukur atas kesempatan sederhana yang penuh sukacita dari Allah itu.
Ketika Nabi Elisa tiba di Sunem, Israel, ia disambut oleh seorang perempuan yang rindu melayani kebutuhannya. Perempuan itu “mengundang [Elisa] makan,” jadi Elisa sering singgah untuk makan (2 Raj. 4:8). Bersama suaminya, perempuan itu bahkan menyiapkan kamar khusus agar Elisa memiliki tempat tinggal setiap kali datang ke kota itu (ay. 9-10). Dalam kemurahan-Nya, Allah memutuskan untuk memberkati mereka melalui kelahiran seorang anak yang dinubuatkan Elisa (ay. 16).
Baik melayani seorang nabi Allah maupun menolong sebuah keluarga yang tidak mampu, ketika kita bersedia diinterupsi Allah dan menunda agenda pribadi demi menjalankan rencana-Nya, Dia berkenan memenuhi hati kita dengan sukacita melimpah.
Oleh: Anne Cetas
Renungkan dan Doakan
Interupsi apa yang mungkin menjadi rencana Allah bagi Anda? Bagaimana Anda dapat melayani sesama, demi kebaikan mereka?
Ya Allah, bukalah hati kami untuk peka mendengar suara-Mu dan rela melayani seturut pimpinan-Mu.
Sumber: Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar