Bacaan Hari ini:
Pengkhotbah 11:4 "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."
Ketika Anda belajar untuk beristirahat dalam kasih karunia Tuhan yang membebaskan dan keluar dari "penjara" perfeksionisme, Anda akan menemukan tingkat sukacita dan kebebasan yang baru dalam hidup.
Mengapa? Karena perfeksionisme dapat merusak hidup Anda dalam beberapa cara:
1. Perfeksionisme menghambat Anda untuk memulai
Pernahkah Anda memiliki rencana atau pekerjaan yang terus tertunda? Anda berpikir, "Nanti saja saya kerjakan," tetapi tidak pernah benar-benar memulai.
Salah satu penyebabnya bisa jadi adalah perfeksionisme. Anda menunggu waktu yang tepat, kondisi yang sempurna atau situasi yang ideal. Akibatnya, Anda tidak pernah melangkah.
Alkitab berkata: "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai." (Pengkhotbah 11:4)
Ketika standar Anda terlalu tinggi, perfeksionisme membuat Anda terjebak dalam keraguan dan akhirnya tidak melakukan apa pun.
2. Perfeksionisme merusak hubungan
Tidak ada orang yang senang terus-menerus dikritik atau disalahkan. Sikap seperti itu dapat membuat hubungan menjadi tegang dan tidak nyaman.
Alkitab berkata: "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib." (Amsal 17:9)
Perfeksionisme sering muncul dari rasa tidak aman. Orang yang terlalu menuntut kesempurnaan dari orang lain biasanya juga sangat keras terhadap dirinya sendiri. Akibatnya, hubungan menjadi rusak karena kurangnya kasih dan pengertian.
3. Perfeksionisme menghancurkan kebahagiaan
Alkitab berkata: "Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat 1 ; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri?" (Pengkhotbah 7:16)
Ayat ini tidak berbicara tentang hidup benar atau bijaksana secara sejati, tetapi tentang sikap berlebihan—yaitu perfeksionisme.
Sering kali, kritik paling keras justru datang dari dalam diri sendiri. Kita menjadi hakim yang paling keras bagi diri kita sendiri. Ketika Anda terus-menerus menyalahkan diri sendiri, hal itu menunjukkan bahwa Anda sulit menerima diri Anda apa adanya.
Perfeksionisme membuat Anda merasa tidak pernah cukup baik dan tanpa disadari, Anda terus merendahkan diri sendiri dengan harapan bisa berubah. Namun cara itu justru melemahkan Anda, bukan memperbaiki Anda.
Hanya ada satu cara untuk mengatasi perfeksionisme dan itu bukan berasal dari usaha manusia semata.
Ketika Anda menerima bahwa kasih Tuhan tidak bergantung pada kesempurnaan Anda, Anda akan menemukan ketenangan, kebebasan, dan sukacita yang sejati.
Anda perlu belajar untuk beristirahat dalam kasih karunia Tuhan yang membebaskan dan menyadari bahwa hanya Tuhan yang sempurna—bukan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar