Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar,
ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka
mengenal suaranya – Yohanes 10:4
Setelah sebuah pesawat yang dibajak menghantam gedung Pentagon pada
tanggal 11 September 2001, banyak orang terjebak di dalam gumpalan asap yang
tebal dan pekat di dalam gedung tersebut. Petugas polisi Isaac Hoopi berlari k
dalam gedung yang penuh asap itu untuk mencari orang-orang yang selamat, dan
mendengar orang-orang berseru minta tolong. Ia pun mulai balas berteriak tanpa
henti, “Berjalanlah kea rah suara saya! Berjalanlah ke arah suara saya!”
Enam orang yang telah kehilangan arah dalam lorong yang penuh asap
itu, mendengar teriakan polisi tersebut dan mengikutinya. Suara Hoopi menuntun
mereka keluar dari gedung itu dengan selamat.
Berjalanlah ke arah suara saya!” Undangan itu jugalah yang ditujukan
Yesus pada kita semua saat kita berada dalam bahaya atau saat kita tersesat.
Yesus menggambarkan gembala rohani yang sejati sebagai seseorang yang
“memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunya keluar. Jika
semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan
domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya (Yohanes
10:3,4).
Apakah kita mendengarkan suara Yesus saat berdoa dan membaca
Alkitab? Saat kita berada dalam situasi yang sulit, apakah kita berjalan menuju
pada-Nya ataukah kita meraba-raba dalam gelap?
Yesus adalah “gembala yang baik” (ayat 11). Saat kita membutuhkan
tuntunan atau perlindungan, Dia memanggil kita untuk mendengarkan suara-Nya dan
mengikuti Dia.
Disalin dari warta jemaat Gereja Kristen Kalam Kudus Makassar
Sumber: www.sabda.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar