Allah Sumber Segala Penghiburan
Allah menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan. –2 Korintus 1:4
Ayat Bacaan & Wawasan:
2 Korintus 1:3-7
Seekor anak kucing yang diberi nama Radamenes pernah dilepas pemiliknya di tempat penampungan hewan, karena kondisinya yang sakit dianggap sudah tidak bisa dipulihkan lagi. Namun, anak kucing itu berhasil dirawat sampai sembuh dan diadopsi oleh dokter hewan yang merawatnya. Ia kemudian menjadi penghuni tetap di tempat penampungan hewan tersebut dan sekarang menghabiskan hari-harinya “menghibur” para kucing dan anjing—yang baru saja dioperasi atau dalam masa pemulihan setelah sakit—melalui kehadirannya yang hangat dan dengkuran lembutnya.
Itulah gambaran sederhana yang melukiskan karya Allah yang penuh kasih bagi kita—dan apa yang dapat kita lakukan bagi orang lain sebagai balasannya. Dia memelihara kita saat kita berada dalam penderitaan dan pergumulan, serta menenangkan kita dengan kehadiran-Nya. Dalam surat 2 Korintus, Rasul Paulus menyebut Allah kita sebagai “Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan” (1:3). Ketika kita berkecil hati, tertekan, atau teraniaya, Dia hadir untuk kita. Ketika kita berpaling kepada-Nya dalam doa, Dia “menghibur [kita] dalam segala penderitaan [kita]” (ay.4).
Namun, ayat 4 tidak berakhir di sana. Paulus, yang pernah mengalami penderitaan hebat, melanjutkan, “sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” Allah Bapa menghibur kita, dan setelah kita mengalami penghiburan-Nya, kita dimampukan untuk menghibur orang lain.
Juruselamat kita yang penuh belas kasihan dan menderita sengsara bagi kita sangat sanggup menghibur kita di tengah penderitaan dan kesusahan kita (ay.5). Dia menolong kita melewati masa-masa yang sulit dan memperlengkapi kita untuk melakukan hal yang sama bagi orang lain.
Renungkan dan Doakan
Kapan Anda merasakan penghiburan Allah pada masa-masa sulit? Pernahkah Anda meneruskan penghiburan itu kepada orang lain?
Ya Allah, terima kasih atas kehadiran-Mu yang menghiburku di tengah penderitaan dan kesedihan yang aku alami. Tolonglah aku untuk kemudian dapat menghibur orang lain juga.
Sumber: Santapan Rohani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar