Jumat, 23 Juli 2021

MENGERTI CARA-NYA 

[[Dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu. ]] (Yesaya 25:1) 

Suatu hari anak bungsu saya yang saat itu berusia tiga bulan tidak mau minum susu. Biasanya ia dapat menghabiskan 120 cc setiap kali minum. Istri saya sudah mencoba berbagai cara, termasuk kadang kala agak memaksanya minum karena takut si kecil kekurangan cairan. Namun, gagal. Ia tetap hanya minum dalam ukuran yang menurut kami sangat sedikit. Akhirnya, kami berkonsultasi ke dokter anak. Ternyata, menurutnya, anak kami sedang dalam masa perubahan. Pesannya, “Jangan paksa anak ini untuk mengerti Bapak dan Ibu, tetapi Bapak dan Ibulah yang harus mengerti bayi ini.” 

Kita kerap memaksa Tuhan untuk mengikuti cara kita yang kita pandang bagus, bijaksana, dan terbaik. Kita merasa sanggup menyusun cara yang paling tepat dan benar dalam menjalani hidup berkeluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan masa depan. Kita hanya meminta Tuhan menyetujui cara kita. Sesungguhnya, Tuhan telah memperingatkan kita bahwa rancangan manusia—tanpa Tuhan—hanya akan berakhir sia-sia (Mazmur 94:11). Jika kita hanya mengandalkan diri sendiri dan bukan bertanya kepada Dia terlebih dahulu, maka segala upaya kita akan melelahkan dan sia-sia. 

Tuhan yang tidak terbatas mengetahui kebutuhan kita dalam menjalani segala hal. Tetapi, Dia tidak mau dipaksa oleh logika kita. Logika kekekalan tidak dapat dipaksakan menembus keinginan kita yang sangat terbatas dalam memahami rencana kebaikan-Nya. Oleh karena itu, kita perlu kerap berkonsultasi dengan-Nya agar suatu rencana berjalan dengan baik sesuai cara-Nya. (Fotarisman Zaluchu)

Sumber: Amsal Hari Ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar