Minggu, 12 September 2021

Mengasihi Musuh

Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. –Kisah Para Rasul 1:8

Ayat Bacaan & Wawasan:
Kisah Para Rasul 1:1-8

Saya buru-buru menyelinap masuk sebelum ia melihat saya. Saya merasa malu karena bersembunyi, tetapi saya tidak ingin berurusan dengannya saat itu—atau kapan pun. Saya ingin sekali memarahinya, atau menegurnya supaya ia sadar. Walaupun saya pernah dibuat kesal oleh perbuatannya di masa lalu, sepertinya sekarang saya justru membuatnya semakin jengkel!

Bangsa Yahudi dan bangsa Samaria juga merasa jengkel terhadap satu sama lain. Karena orang Samaria berdarah campuran dan menyembah dewa-dewanya sendiri, di mata orang Yahudi mereka telah merusak garis keturunan dan iman orang Yahudi, dengan mendirikan agama saingan di Gunung Gerizim (Yoh. 4:20). Begitu bencinya orang Yahudi kepada orang Samaria hingga mereka rela menempuh rute lebih jauh dengan mengitari daripada melintasi wilayah mereka.

Yesus menunjukkan pilihan yang lebih baik. Dia datang membawa keselamatan bagi semua orang, termasuk orang Samaria. Jadi, Dia berani melangkah masuk ke wilayah Samaria untuk membawa air hidup bagi seorang perempuan berdosa dan kota kediamannya (ay. 4-42). Kata-kata terakhir yang diberikan-Nya kepada para murid adalah perintah supaya mereka mengikuti teladan-Nya. Mereka harus memberitakan kabar baik tentang Dia kepada siapa saja, mulai dari Yerusalem, lalu menyebar melalui Samaria, hingga sampai ke “ujung bumi” (Kis. 1:8). Samaria di sini bukan sekadar soal urutan penjangkauan. Samaria mewakili bagian yang paling menyakitkan dalam misi mereka. Para murid harus menanggalkan prasangka buruk yang sudah mereka miliki seumur hidup guna mengasihi orang-orang yang tidak mereka sukai.

Apakah Yesus lebih penting bagi kita daripada kejengkelan kita terhadap orang lain? Hanya ada satu cara untuk memastikannya. Kasihilah “Orang Samaria” di sekitar Anda (Mike Wittmer).

Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda dapat mulai menunjukkan kasih kepada orang-orang yang kurang Anda sukai? Pernahkah Anda mengasihi orang seperti itu, sampai mereka menunjukkan perubahan karakter?

Ya Bapa, kiranya gelombang kasih-Mu melanda diriku, supaya pancarannya juga mengalir kepada orang lain, melalui aku.

Sumber: Our Daily Bread Ministries

Tidak ada komentar:

Posting Komentar