MENUNGGU DENGAN SABAR
Bacaan: 1Samuel 1:1-18
NATS: Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia (Mazmur 37:7)
Saya yakin Anda pasti pernah mengalaminya. Anda menelpon sebuah toko atau kantor dan minta disambungkan dengan bagian bagian tertentu. "Dapatkah Anda menunggu?" terdengar suara yang ramah bertanya, dan sebelum Anda menyadarinya, Anda telah mendengar suara musik. Seringkali pesan-pesan yang direkam menjamin bahwa telpon Anda akan dijawab. Anda menunggu dan terus menunggu, Anda kemudian berpikir, Kalau saja saya ke sana, pasti sekarang sudah kembali lagi! Anda merasa dilupakan dan tidak ada yang peduli.
Kadang-kadang Allah seperti membiarkan kita menunggu. Kita berdoa dan terus berdoa untuk segala sesuatu yang sangat penting, namun tak ada perubahan apa-apa. Tidak ada!
Saya yakin bahwa Hana juga merasakan hal yang demikian. Ia meminta Allah memberinya seorang anak. Keadaan tanpa anak pada masa Hana diyakini sebagai suatu kutukan. Lebih parah lagi, istri lain dari suaminya selalu menertawai keadaannya. Hana sungguh-sungguh ingin memberikan seorang anak kepada suaminya. Dan dalam penderitaannya ia berdoa. Tahun demi tahun berlalu dan ia tidak bisa memahaminya.
Bagaimana kita dapat memahami dan menerima bila Allah sepertinya diam dengan doa-doa kita? Ingatlah bahwa kebijaksanaan Allah melampaui pemahaman kita. Apa yang kita minta mungkin saja akan merugikan kita. Kita tidak dapat melihatnya secara keseluruhan. Waktu kita bukanlah waktu Allah.
Ketika Allah menyuruh Anda "menunggu," janganlah bersungut-sungut. Anda dapat mempercayakan kerinduan dan keinginan Anda kepadaNya, dan dengan sabar menanti jawabanNya -- DCE
BILA ALLAH MEMINTA KITA UNTUK MENUNGGU JANGAN PUTUSKAN HUBUNGAN DENGANNYA!
Sumber: Renungan Harian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar