TIGA PAHLAWAN DAUD
[[Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. ]] (2 Samuel 23:16)
Pemimpin dan pengikut saling membutuhkan. Pemimpin butuh dukungan dan kepercayaan pengikutnya. Pengikut butuh keteladanan dan ketegasan pemimpinnya. Kerja sama yang baik antara pemimpin dan pengikut akan menghasilkan sebuah tim yang kuat. Inilah salah satu rahasia kepemimpinan Daud yang berhasil menyatukan bangsa Israel.
Suatu ketika Daud mengutarakan keinginannya untuk minum air dari perigi Betlehem dekat pintu gerbang. Air dari perigi Betlehem tidak mudah didapat karena harus melintasi perkemahan Orang Filistin, musuh besar Israel. Dengan gagah berani tiga orang dari pengikut Daud mempertaruhkan nyawa mereka untuk membawa air dari perigi Betlehem. Tindakan ini menunjukkan betapa mereka mencintai dan mendukung Daud.
Ternyata Daud tidak mau meminum dan menikmati jerih payah pengikutnya. Ia mempersembahkan air itu sebagai korban curahan kepada Tuhan. Inilah cara Daud untuk menghargai tindakan para pengikut yang telah mempertaruhkan nyawa. Ketika dukungan pengikut bertemu dengan penghargaan pemimpin, maka terciptalah kepercayaan kuat yang mengikat sebuah tim.
Pemimpin dan pengikut dapat saling tunjuk kekurangan. Pemimpin mengeluhkan pengikutnya, dan pengikut mencerca pemimpinnya. Masing-masing mungkin merasa puas setelah mengungkapkan kekurangan pihak lain, tetapi kinerja tim tidak akan berkembang maksimal. Jadi, daripada saling tunjuk, bukankah lebih baik saling introspeksi diri. Sebagai pemimpin atau pengikut, apakah saya sudah melakukan tugas dan tanggung jawab?
(Wahyu Pramudya)
Sumber: Amsal Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar