SESAMA
[[“Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!" ]] (Lukas 10:36-37)
Estimasi penduduk dunia pada pertengahan tahun 2023 mencapai 8 miliar jiwa. Dan di Indonesia tercatat sekitr 278 juta jiwa—nomor empat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Dari deretan angka rumit tersebut, berapakah yang dapat kita sebut sebagai “sesamaku”? Kira-kira orang dengan kategori seperti apakah yang menurut kita layak disebut sebagai sesama kita?
Suatu kali seorang Ahli Taurat mengajukan pertanyaan ini kepada Yesus: “Siapakah sesamaku manusia?” (ayat 29). Lalu, Yesus menjawab dengan sebuah perumpamaan, kisah tentang orang Samaria yang baik hati. Pada zaman itu orang Samaria dianggap sebagai kaum kelas dua, kelompok hina dina. Namun, dalam perumpamaan itu, justru orang Samaria-lah yang menjadi pahlawannya.
Di sini Tuhan Yesus seolah mau mengatakan bahwa seseorang disebut sesama bukan karena status yang disandang, bukan karena kesamaan agama dan paham yang dianut, juga bukan karena kecocokan warna kulit dan suku. Bukan itu. Sesama adalah orang yang dengan sukarela dan sukacita memberikan bantuan. Berbela rasa. Terhadap siapa pun. Dari latar belakang apa pun. Orang yang menawarkan kasih tanpa syarat. Tanpa keraguan. Tanpa prasangka. Tanpa harus sibuk mencari tahu latar belakang orang lain. Itulah makna sesama. Sudahkah kita menjadi sesama bagi orang lain? (Ayub Yahya)
Sumber: Amsal Hari Ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar