Belas Kasihan lewat Telepon Cerdas
Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya. –Keluaran 34:6
Ayat Bacaan & Wawasan:
Keluaran 34:1-8
Apakah pengemudi ojol (ojek online) terlambat mengantarkan makanan pesanan Anda? Anda bisa menggunakan telepon Anda dan memberinya nilai satu bintang. Apakah pemilik toko melayani Anda dengan ketus? Anda bisa memberinya ulasan negatif. Telepon cerdas memang telah memungkinkan kita untuk berbelanja, terhubung dengan teman-teman, dan banyak hal lainnya. Akan tetapi, telepon cerdas juga memberi kita kuasa untuk saling menilai di hadapan umum. Hal ini bisa menjadi masalah.
Memberi penilaian dengan cara demikian menjadi persoalan karena dapat dibuat tanpa mengetahui konteks. Pengemudi ojol diberi penilaian buruk karena terlambat mengantar makanan, padahal penyebabnya mungkin sesuatu yang berada di luar kendalinya. Pemilik toko diberi ulasan negatif, padahal semalaman ia tidak tidur demi menjaga anaknya yang jatuh sakit. Bagaimana kita dapat menghindar dari sikap menilai orang lain dengan tidak adil seperti ini?
Dengan meneladan sifat-sifat Allah. Dalam Keluaran 34:6-7, Allah menyebut diri-Nya sebagai “penyayang dan pengasih”, artinya Dia tidak akan menghakimi kegagalan-kegagalan kita di luar konteks; “panjang sabar”, artinya Dia tidak akan memberikan penilaian negatif setelah satu pengalaman buruk; “berlimpah kasih-Nya”, berarti teguran-Nya adalah demi kebaikan kita, bukan untuk membalas dendam; dan “mengampuni . . . dosa”, artinya kehidupan kita tidak perlu ditentukan oleh saat-saat kita mendapat penilaian buruk. Karena karakter Allah harus menjadi dasar dari karakter kita (Mat. 6:33), kita dapat menolak untuk menggunakan telepon cerdas kita secara kasar dan kejam, melainkan memakainya dengan cara yang dikehendaki Allah.
Di era daring ini, kita bisa saja menilai orang lain dengan keras. Namun, kiranya Roh Kudus memampukan kita berbelas kasihan hari ini.
Oleh: Sheridan Voysey
Renungkan dan Doakan
Bagaimana Anda dapat lebih rela menunjukkan belas kasihan kepada orang lain? Manakah karakter Allah yang paling perlu Anda teladani, ketika Anda berinteraksi secara daring?
Ya Roh Kudus, tumbuhkanlah buah-Mu, berupa karakter yang saleh dalam diriku hari ini, terutama ketika aku berinteraksi di dunia maya.
Sumber: Our Daily Bread
Tidak ada komentar:
Posting Komentar