Jumat, 01 Maret 2024

PERLUNYA SAAT TEDUH

[[Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. ]] (Lukas 5:16)

Kita sering menghadapi hari-hari yang sibuk dengan berbagai aktivitas. Akhirnya, hanya kelelahanlah yang tersisa dan istirahatlah yang kita dambakan melalui tidur yang lelap. Atau, terkadang kita mencari hiburan untuk menghilangkan kepenatan. Manusia memang
dipacu sedemikian rupa agar berprestasi melalui pekerjaannya, bahkan sudah menjadi tuntutan guna mendapat kehidupan yang lebih baik. Keperluan jasmani seolah-olah menjadi yang utama, padahal kebutuhan rohani pun diperlukan. Harus ada keseimbangan antara keduanya.

Setelah seharian bekerja, Tuhan Yesus merasa lelah. Dia ingin beristirahat dan bersaat teduh dengan Bapa-Nya untuk memohon kekuatan baru. Dia menyadari bahwa misi yang diemban-Nya sungguh berat. Dia perlu pemulihan untuk dapat melanjutkan pekerjaan-Nya pada keesokan harinya.

Yesus sudah memberikan contoh kepada kita semua. Sebagai orang yang dikasihi-Nya, kita juga sering sangat kelelahan. Namun, sepulang kerja, kita sebaiknya tidak kemudian memikirkan hiburan yang ditawarkan oleh dunia sekeliling kita (melalui TV atau tempat-tempat hiburan). Sebelum tidur, saat kantuk belum menyerang, luangkanlah waktu untuk menginstrospeksi, mengevaluasi, dan merenungkan apa yang sudah kita kerjakan hari ini. Melalui Saat Teduh, kita bercakap-cakap kepada Tuhan dan mengucap syukur atas penyertaan-Nya. Keesokan harinya pada saat kembali ke keseharian kita, jangan mengulangi kesalahan-kesalahan yang lalu. Pemulihan akan diberikan oleh Bapa sendiri melalui Saat Teduh. Mulailah menyisihkan waktu untuk Tuhan dalam Saat Teduh pribadi (Tjetjep Gunawan)

Sumber: Amsal Hari Ini 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar