Ketekunan Si Anak Ayam
Ayam berkembang biak dengan cara bertelur. Kehidupan seekor anak ayam berawal dari sebuah telur.
Pada suatu titik, anak ayam itu akan merasa terkungkung oleh kulit telur, dan ia pun mulai mematuk, mematuk, dan mematuk kulit itu. Ia bekerja keras, dan mendapatkan kekuatan dari pergumulannya ini.
Ketangguhan dan ketekunan itu diperlukannya untuk berhadapan dengan lingkungan baru yang segera dihadapinya begitu kulit telur itu retak terbuka.
Apa yang terjadi jika ada orang yang berusaha menolong si anak ayam dengan meretakkan kulit itu sebelum waktunya? Ia akan membunuh anak ayam itu karena telah melumpuhkan kemampuannya untuk menghadapi lingkungan baru.
Tahap kehidupan yang baru dan pertumbuhan selalu mengandung risiko. Namun, Allah telah mempersiapkan kita menghadapi risiko itu melalui ketekunan dan pergumulan yang memperkuat otot-otot iman kita untuk bertumbuh makin dewasa tahap demi tahap. Kalau kita tidak mau berjuang, kita akan tertahan dan pertumbuhan kita terganggu.
Kenapa kita memerlukan ketekunan? Ujian dalam hidup ini muncul secara tak terduga. Kita ditantang untuk selalu siap. Orang yang tidak siap melihat kesulitan sebagai rintangan, ia akan kalah dan frustrasi. Sebaliknya, orang yang siap melihat kesulitan sebagai peluang, ia akan menggunakannya untuk memperkuat iman dan mengembangkan karakternya.
Tantangan dan pencobaan hidup itu tak terelakkan. Adakah kita siap menghadapinya dalam ketekunan?
"Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun." (Yakobus 1:4)
Sumber: Renungan dan Ilustrasi Kristen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar